JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah telah menggelontorkan dana sebesar Rp200 triliun ke lima bank milik negara alias bank Himbara mulai hari Jumat (12/9).
“Jadi saya pastikan dana yang Rp200 triliun dikirim masuk ke sistem perbankan hari ini (red-hari Jumat),” ujar Purbaya dalam konferensi pers di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, dikutip Holopis.com, Sabtu (14/9).
Purbaya menjelaskan, kebijakan menebar dana ratusan triliun ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan likuiditas di sistem perbankan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Dia pun menjelaskan, dana Rp200 triliun tersebut disebar ke Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing menerima Rp55 triliun, sementara BTN mendapat Rp25 triliun dan BSI Rp10 triliun.
“Tambahan likuiditas ini akan mampu menggerakkan sektor ekonomi riil,” harap Purbaya.
Menkeu menegaskan, bahwa dana tersebut bukan dana darurat, melainkan dana pemerintah yang sebelumnya belum dibelanjakan dan disimpan di Bank Indonesia, selaku bank sentral Indonesia.
“Dengan menempatkannya di bank komersial, dana ini dapat diakses untuk kredit,” ujarnya menegaskan.
Dia menekankan kembali, bahwa tujuan utama kebijakan ini adalah untuk menciptakan likuiditas di sistem keuangan dan menggerakkan perekonomian.
Dengan penyaluran dana jumbo tersebut, pemerintah berharap stabilitas keuangan terjaga dan sektor usaha mendapatkan akses pembiayaan lebih luas guna memperkuat pertumbuhan ekonomi.


