Jimly Minta Rakyat untuk Demo Via Media Sosial, Apa Alasannya?

28 Shares

JAKARTA – Eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk menyuarakan aspirasi dengan menggunakan media sosial, lantaran banyak tindakan kerusuhan yang dapat memprovokasi para massa saat aksi demonstrasi. Hal itu disampaikan Jimly melalui unggahan media sosial X pribadinya @JimlyAs, pada Rabu (3/9).

“Dengan menyaksikan banyaknya penyelewengan dan penjarahan, semua warga yang hendak mengungkap aspirasi sebaiknya cukup via medsos saja, jangan lagi fisik, setidaknya 1 bulan ke depan,” kata Jimly, seperti dikutip Holopis.com, Rabu (3/9).

- Advertisement -

Menurutnya, kericuhan yang terjadi belakangan ini pada saat aksi demonstrasi dapat dijadikan sebagai pembelajaran penting bagi lembaga Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), agar membuat kebijakan-kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat luas.

“Yang penting jadi kan peristiwa kemarin momentum untuk perbaikan tata ulang lembaga perwakilan rakyat yg benar-benar aspiratif dan berguna,” tuturnya.

- Advertisement -

Dalam postingan sebelumnya, ia menilai bahwa kerusuhan yang dibuat oleh massa saat penyampaian aspirasi tersebut disebabkan oleh kesewenang-wenangan pemerintah di tengah ketimpangan sosial yang semakin melebar pada bangsa ini.

“Memperhatikan perkembangan kerusuhan & amuk massa akhir-akhir ini. Ada kemarahan luas akibat kesombongan kekuasaan di tengah ketimpangan & kesenjangan sosial yg menganga,” ungkapnya.

Lebih jauh, Jimly mengungkapkan bahwa momen ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan reformasi dan memperbarui kebijakan kenegaraan yang sebelumnya menjadi sorotan dan masalah bagi masyarakat Indonesia.

“Nampaknya sudah saatnya menggelorakan kembali pentingnya menata ulang sistem & kebijakan kenegaraan kita. Bagaimana menurut anda?,” imbuhnya.

Sebagai informasi, belakangan ini aksi demonstrasi sering terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan lantaran masyarakat menolak beberapa kebijakan pemerintah untuk diterapkan. Pada Kamis 28 Agustus 2025, para buruh melakukan aksi unjuk rasa sebab menginginkan undang-undang perburuhan dapat dipisahkan dari Omnibus Law.

Namun tak disangka-sangka, demo tersebut menjadi ricuh lantaran ada oknum massa yang ikut turun ke lapangan untuk memprovokasi para buruh saat aksi unjuk rasa itu.

Dimana kericuhan itu bermula saat pihak kepolisian menembakkan gas air mata kepada seluruh massa dengan tujuan untuk membubarkan aksi Demonstrasi tersebut. Massa pun mulai berlarian untuk menghindari serangan gas air mata itu.

Tak sampai disitu saja, meski massa sempat terdistraksi karena adanya gas air mata , mereka pun turut membalas serangan water cannon itu dengan menggunakan botol-botol yang dijadikan sebagai bom molotov.

Aksi demonstrasi itu pun membuat kerusakan pada sejumlah halte bus di Jakarta, dimana terdapat 22 halte yang rusak, mulai dari 6 halte yang terbakar dan dijarah, serta 16 halte lainnya yang juga dirusak saat aksi unjuk rasa tersebut. Tidak hanya fasilitas umum saja yang rusak, salah satu pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan turut menjadi korban yang dilindas menggunakan mobil taktis (rantis) Brimob saat aparat berusaha membubarkan massa.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
28 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru