Seiring dengan penolakan itu, Alexander Isak ‘berontak’ dan menjadi ‘penyendiri’ di dalam timnya. Ia enggan bermain, mogok latihan dan bahkan menuding Newcastle sudah mengingkari janjinya soal transfer dirinya.
Alexander Isak pun setelahnya berlatih sendiri, terpisah dengan skuad Newcastle lain. Sementara di sisi lain, ia masih punya kontrak sampai musim 2028 mendatang.
Bahkan sampai Liga Inggris musim 2025/2026 ini bergulir pun, Alexander Isak tak kunjung diturunkan. Sampai pada akhirnya, Newcastle meluluh dan membiarkan bintangnya itu pindah ke pelukan Liverpool.
Tak ada informasi pasti berapa nominal yang pada akhirnya menjadi kesepakatan konkrit. Namun sejumlah kabar yang mencuat di muka publik menyebut, Liverpool rela menggelontorkan dana senilai 125 juta Poundsterling atau sekitar Rp 2,77 triliun, belum termasuk bonus, bahkan ada tambahan biaya senilai 5 juta Poundstelring sebagai loyalty payment.
Alexander Isak pada akhirnya hengkang ke Liverpool di akhir bursa transfer pemain musim panas ini atau biasa disebut transfer deadline.
Liverpool mengumumkan dengan lantang. “Liverpool FC telah menyelesaikan transfer Alexander Isak dari Newcastle United,” pengumuman The Reds, seperti dikutip Holopis.com.
“Isak bergabung dengan juara Liga Primer sebagai pemain nomor 9 baru mereka dengan kontrak jangka panjang, yang ditandatanganinya pada hari terakhir bursa transfer setelah berhasil melewati pemeriksaan medis,” lanjut pengumuman.


