JAKARTA – Setiap tanggal 1 September diperingati sebagai Hari Polisi Wanita (Polwan). Tahun 2025 ini menjadi momen istimewa karena menandai peringatan ke-77 tahun Polwan sejak pertama kali lahir pada 1948. Mengusung tema “Polri Untuk Masyarakat”, peringatan HUT Polwan tahun ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan juga peneguhan kembali komitmen Polwan dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Sejarah Lahirnya Polwan
Dilansir dari museumpolri.org, sebelum tahun 1948 dunia kepolisian di Indonesia hanya diisi oleh kaum laki-laki. Namun, situasi di lapangan menunjukkan adanya kebutuhan mendesak atas kehadiran polisi wanita.
Kala itu, polisi sering menghadapi kesulitan saat harus memeriksa fisik korban, tersangka, atau saksi wanita. Karena keterbatasan personel, pihak kepolisian kerap meminta bantuan istri polisi atau pengawal sipil perempuan untuk menjalankan tugas tersebut.
Melihat kondisi ini, sejumlah organisasi wanita, termasuk organisasi wanita Islam di Bukittinggi, mengajukan usulan agar perempuan bisa diikutsertakan dalam pendidikan kepolisian. Usulan tersebut akhirnya mendapat restu dari cabang Djawatan Kepolisian Negara untuk Sumatera.
Tepat pada 1 September 1948, enam perempuan terpilih resmi mengikuti pendidikan inspektur polisi. Mereka adalah Mariana Saanin, Nelly Pauna, Rosmalina Loekman, Dahniar Sukotjo, Djasmainar, dan Rosnalia Taher. Enam srikandi inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya Polisi Wanita Indonesia. Sejak saat itu, tanggal 1 September diperingati sebagai Hari Polwan.
Polwan Kini: Humanis, Dekat dengan Rakyat
Perjalanan panjang Polwan Indonesia kini memasuki usia ke-77 tahun. Dalam perkembangannya, Polwan tak hanya bertugas dalam pemeriksaan atau penanganan khusus perempuan, tetapi juga mengambil peran penting di berbagai lini tugas kepolisian, mulai dari lalu lintas, reserse, hingga penanganan terorisme.
Tema “Polri Untuk Masyarakat” yang diusung tahun ini menegaskan posisi Polwan sebagai representasi wajah humanis Polri. Kehadiran Polwan di tengah masyarakat diharapkan dapat semakin memperkuat citra Polri sebagai institusi yang melayani dengan hati.
Lebih dari itu, peringatan HUT Polwan ke-77 juga menjadi momentum untuk meneguhkan semangat pengabdian para srikandi Bhayangkara. Dengan kiprah yang terus berkembang, Polwan diharapkan semakin berperan aktif dalam menjaga keamanan, memberikan pelayanan, serta menjadi teladan bagi generasi muda Indonesia.
Hari Polwan bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga refleksi atas peran besar perempuan dalam dunia kepolisian. Dari enam perempuan di Bukittinggi, kini ribuan Polwan hadir sebagai bagian penting dari Polri yang terus bertransformasi demi masyarakat.


