JAKARTA – Setiap tanggal 26 Agustus, Amerika Serikat memperingati Women’s Equality Day. Hari besar ini ditetapkan untuk mengenang adopsi Amandemen Kesembilan Belas (Nineteenth Amendment) pada tahun 1920, yang menjamin hak perempuan untuk ikut serta dalam pemilihan umum tanpa diskriminasi berdasarkan jenis kelamin.
Peringatan ini bukan hanya simbol kemenangan politik, tetapi juga menjadi pengingat panjangnya perjuangan menuju kesetaraan gender yang masih terus berlangsung hingga kini.
Sejarah Penetapan Women’s Equality Day
Tanggal 26 Agustus dipilih karena pada hari itu di tahun 1920, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Bainbridge Colby, menandatangani proklamasi yang secara resmi mengesahkan hak suara bagi perempuan.
Peristiwa monumental ini menandai berakhirnya perjuangan panjang gerakan suffragist yang telah berlangsung selama beberapa dekade untuk memperjuangkan hak pilih perempuan di Amerika.
Gerakan pada Era 1970-an
Perkembangan besar terjadi di era 1970-an. Pada 1970, diadakan Women’s Strike for Equality, sebuah aksi besar-besaran yang menyoroti isu diskriminasi gender dan hak setara di dunia kerja. Menindaklanjuti momentum ini, pada 1971, Kongreswan Bella Abzug dari New York mengusulkan resolusi untuk menjadikan 26 Agustus sebagai Women’s Equality Day.
Tahun berikutnya, Presiden Richard Nixon mengeluarkan Proklamasi 4147 yang pertama kali menyatakan tanggal 26 Agustus 1972 sebagai Women’s Rights Day. Dua tahun kemudian, pada 16 Agustus 1973, Kongres menyetujui H.J. Res. 52 yang secara resmi menetapkan 26 Agustus sebagai Women’s Equality Day.
Di hari yang sama, Nixon kembali mengeluarkan Proklamasi 4236 yang menekankan bahwa perjuangan hak pilih hanyalah langkah awal menuju partisipasi penuh perempuan dalam kehidupan bangsa.
Aksi pada Era 1980-an
Meskipun hak suara telah dimenangkan, perjuangan kesetaraan gender masih berlanjut. Pada 1981, sebanyak 21 perempuan melakukan aksi dramatis dengan mengenakan pakaian serba putih dan merantai diri mereka di depan Gedung Putih. Aksi ini dilakukan sebagai desakan agar Equal Rights Amendment segera diratifikasi, sebuah upaya hukum yang ditujukan untuk menjamin kesetaraan gender secara konstitusional.
Makna Penting Women’s Equality Day
Women’s Equality Day bukan sekadar hari peringatan historis, melainkan sebuah simbol perjuangan panjang menuju kesetaraan yang lebih luas, mulai dari hak politik, kesempatan ekonomi, hingga kebebasan sosial.
Peringatan ini menjadi pengingat bahwa meskipun langkah besar telah dicapai, masih banyak pekerjaan yang perlu dilakukan untuk memastikan kesetaraan penuh bagi semua perempuan di berbagai aspek kehidupan.


