JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno menjadi sorotan publik usai responsnya terkait kasus meninggalnya balita asal Sukabumi, Jawa Barat, bernama Raya (RY).
Balita berusia empat tahun itu meninggal dunia dengan kondisi tubuh dipenuhi cacing seberat 1 kilogram. Tragedi ini menyoroti lemahnya penanganan kesehatan di tingkat masyarakat.
Namun, jawaban singkat Pratikno ketika dimintai tanggapan justru menuai kritik. Respons yang dinilai minim empati tersebut memicu kemarahan warganet di jagat maya.
Jawaban Kontroversial Pratikno
Saat ditanya mengenai kasus RY, Pratikno hanya merujuk kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes). “Mungkin anu ya, Kemenkes yang mengawal cukup detail,” kata Pratikno di kantornya, Jakarta, Kamis (21/8).
Ketika wartawan menanyakan lebih lanjut apakah dirinya telah menerima laporan, ia kembali menjawab singkat. “Tapi detailnya Menkes ya,” ujarnya.
Jawaban kontroversial muncul saat Pratikno menyebut dirinya mengantuk, bahkan disertai tawa. “Detailnya nanti di Kemenkes ya, kamu,” katanya.
“Enggak tahu saya ini agak ngantuk dikit ini… hehehe hahaha,” tambahnya sembari menunjuk dirinya sendiri lalu tertawa.
Pernyataan tersebut dinilai publik tidak pantas, mengingat Kemenko PMK adalah kementerian koordinator yang membawahi Kemenkes, Kementerian Sosial, Kementerian Agama, Kemendikbud, serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Kritik Netizen Menggema
Gelombang kritik langsung membanjiri media sosial. Warganet menilai Pratikno, yang pernah menjabat Menteri Sekretaris Negara di era Presiden Joko Widodo, gagal menunjukkan empati sebagai pejabat publik. Konten kreator Didi Lionrich menjadi salah satu yang paling vokal.
“Ada lagi nih pejabat yang error. Ditanya soal kesehatan rakyat, jawabannya saya ngantuk. Lah itu tanggung jawab elu m#####. Ya itu Pratikno, mantan mensesneg-nya Jokowi. Orang yang disebut-sebut jadi kepanjangan tangannya Jokowi,” kata Didi.
Ia bahkan mendesak Presiden Prabowo Subianto segera mengevaluasi Pratikno. “Oleh karena itu, Didi meminta Presiden mengganti Pratikno dan semua orang Jokowi dengan orang kepercayaan Prabowo,” ujarnya.
Didi menegaskan, pernyataan “ngantuk” menunjukkan kurangnya kepedulian terhadap nyawa manusia. “Trus buat Pratikno dan siapapun pejabat yang ngantuk. Jangan pernah cengengesan kalau lagi ngomongin nyawa manusia. Apalagi ini tentang anak kecil. Bang### Lu,” seru Didi dengan nada geram.
Ia menutup kritiknya dengan sindiran keras. “Kalau ngantuk ya mundur. Tidur sana di rumah. Ngapain lu makan duit rakyat tapi gak mau ngurusin rakyat. Bangga amat lu jadi beban. Ape lu,” tegasnya.
Penjelasan Menkes Soal Penyebab Kematian Raya
Di tengah kontroversi pernyataan Pratikno, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan klarifikasi terkait penyebab kematian Raya.
“Raya meninggal bukan karena cacingan tetapi karena infeksi yang menyebar ke seluruh tubuhnya,” kata Budi di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Jumat (22/8).
Ia menjelaskan, infeksi berat yang berujung pada sepsis dipicu kondisi kesehatan Raya yang sudah lama menurun. “Selama tiga bulan, dia batuk berdahak tanpa henti, tubuhnya melemah, sehingga bakteri menyebar ke seluruh tubuh. Itu yang disebut sepsis,” ujarnya.
Budi menyebut, kemungkinan diagnosis awal mengarah pada meningitis atau tuberkulosis (TBC).

