Mendag Busan juga mengajak pelaku UMKM untuk berpartisipasi pada Trade Expo Indonesia 2025 yang akan berlangsung pada 15-19 Oktober 2025 mendatang. Pameran dagang terbesar di Indonesia ini akan menyediakan paviliun khusus bagi UMKM siap ekspor. “Hingga saat ini, lebih dari 2.000 buyer internasional telah mengonfirmasi kehadiran. Hal ini kesempatan emas bagi UMKM untuk bertemu langsung dengan buyer dari berbagai negara,” tegas Mendag Busan.
Antusiasme Tinggi
Sekretaris Jenderal Kemendag Isy Karim melaporkan tingginya antusiasme UMKM yang ingin berpartisipasi pada “Program Penguatan Branding dan Kemasan bagi UMKM Produk Pangan”. Tahun ini, program tersebut diikuti 300 UMKM terkurasi dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi. Sebanyak 100 UMKM hadir pada peluncuran hari ini, sementara sisanya akan mengikuti kegiatan pada 21–22 Agustus 2025. Dari total peserta tersebut, 15 UMKM terbaik akan dipilih untuk mendapatkan pendampingan intensif dan penyusunan buku panduan penjenamaan (branding book) sebagai panduan strategi merek.
Program ini diawali dengan pendaftaran pada 1–26 Juli 2025 yang diikuti oleh 765 UMKM pangan. Setelah proses kurasi, terpilih 300 peserta untuk mengikuti pelatihan. “Mereka akan dibekali pengetahuan tentang brand positioning, brand character, komunikasi merek, identitas visual, logo, desain kemasan, hingga media promosi,” ungkap Isy.
Tahun ini, Kemendag juga meluncurkan program UMKM Pangan Binaan Goes to Retail Modern yang berhasil membawa 79 produk dari 22 UMKM pangan masuk ke gerai Hero Supermarket. Produk ini merupakan produk terbaik para UMKM peserta kegiatan UKM Pangan Award 2024 dan juga kegiatan Penguatan Branding 2024 yang diselenggarakan Kemendag “Program ini akan diperluas ke provinsi lain agar semakin banyak UMKM mampu bersaing. Harapannya, branding dan kemasan menjadi pintu UMKM pangan untuk naik kelas,” tambah Isy.
Sementara Ketua Umum Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah menegaskan komitmen ritel modern dalam mendukung pemasaran produk UMKM dengan memperkuat rantai pasok melalui kerja sama business to business. Hal ini menjadi peluang besar bagi peritel modern untuk memperoleh penyuplai dari kalangan UMKM.
”Kemasan produk UMKM kini semakin baik dan layak masuk ke ritel modern. Untuk ekspor, peritel modern yang memiliki cabang di luar negeri membuka peluang bagi UMKM Indonesia untuk memasok produk ke pasar internasional, misalnya di Korea Selatan, Vietnam, dan Malaysia. Hippindo mendukung penuh program penguatan UMKM ini agar terus berlanjut, karena melalui kurasi produk, dapat tercipta lapangan kerja baru sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” imbuh Budihardjo.


