JAKARTA – Manchester United kembali menegaskan bahwa pihaknya hanya ingin menjual Antony, sekali pun ada tawaran pinjaman yang lebih menggiurkan dari Real Betis.
Manchester United bersikukuh dengan langkahnya, bahwa hanya akan menjual Antony secara permanen dengan nominal 40 juta Euro atau sekitar Rp 759 miliar.
Langkah itu sudah bulat, meski kenyataannya memang Manchester United mengalami kerugian besar. Bagaimana tidak, Antony didatangkan dengan harga yang fantastis pada 2022 dari Ajax, yakni senilai 95 juta Euro atau setara Rp 1,8 triliun.
Namun nominal besar itu dinilai tak sesuai ekspektasi, maka dari itu Antony perlahan tergeserkan dari skuad utama Manchester United, bahkan musim lalu dipinjamkan ke Real Betis.
Menariknya dalam proses pinjaman tersebut, Antony malah tampil oke, dimana dalam 26 penampilannya di semua kompetisi, ia sukses mengemas sembilan gol dan lima assist.
Performa ciamik itu menarik minat Real Betis lagi, pihak klub ingin meminjamnya lagi untuk mengarungi musim 2025/2026. Ketertarikan itu sempat diajukan, namun ditolak Manchester United.
Kemudian Real Betis sekali lagi mengajukan tawaran peminjaman untuk Antony dengan durasi semusim penuh. Bahkan, Betis siap menanggung gaji sang pemain secara full.
Namun, seperti dikutip Holopis.com dari Sport, Manchester United diklaim kembali menolaknya, dan tetap pada keputusannya, hanya akan melepas Antony dengan status permanen.
Antony sendiri dikabarkan rela dipotong gaji demi main di Real Betis. Maka dari itu, keputusan transfer Antony kini ada di tangan Manchester United.
Sebagai informasi tambahan, bursa transfer pemain musim panas ini akan berakhir awal September nanti. Biasanya, akan banyak drama di akhir bursa transfer atau biasa disebut ‘transfer deadline’.
Lantas, apakah Manchester United akan luluh dengan tawaran pinjaman terbaru Real Betis soal Antony dengan semakin sempitnya waktu bursa transfer?


