JAKARTA – Bencana angin kencang kompak melanda sejumlah wilayah yang ada di Indonesia sejak beberapa hari yang lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, angin kencang tersebut pertama terjadi di Kabupaten Serang, Banten pada Senin (18/8).
“Hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan rumah warga di Desa Padasuka dan Panyirapan,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Rabu (20/8).
Bencana angin kencang itu kata Abdul, menyebabkan setidaknya sebanyak sembilan unit rumah mengalami rusak ringan, tiga unit rumah rusak sedang, satu unit rumah rusak berat dan tiga fasilitas umum terdampak.
BPBD Kabupaten Serang bersama otoritas daerah terkait melakukan pembersihan material rumah rusak dan berkoordinasi terkait perbaikan rumah warga terdampak.
Bencana serupa yakni angin puting beliung terjadi di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, Senin (18/8). Kejadian ini mengakibatkan tujuh unit rumah rusak berat, empat unit rumah rusak sedang dan tiga unit rumah rusak ringan.
BPBD Kabupaten Lampung Timur mendistribusikan bantuan logistik kepada warga terdampak. Hingga Selasa (19/8), BPBD dan pemerintah daerah setempat masih melakukan perbaikan rumah rusak.
Sementara itu, hujan lebat disertai angin kencang juga melanda pemukiman warga di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (19/8).
“Sebanyak 15 unit rumah terdampak kejadian ini,” imbuhnya.
Abdul menambahkan, BPBD Kabupaten Cirebon melakukan kaji cepat serta bekerja sama dengan warga setempat dalam proses perbaikan rumah terdampak.
Abdul kemudian mengimbau pemerintah daerah bersama masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang masih berpotensi terjadi di berbagai wilayah.
“Upaya kesiapsiagaan dapat dilakukan dengan memelihara saluran drainase maupun tanggul penahan air, memangkas dahan pohon yang rapuh, memastikan infrastruktur bangunan rumah dalam kondisi yang baik serta aktif memantau informasi peringatan dini dari instansi terkait,” imbaunya.


