JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengutuk pembunuhan enam jurnalis Palestina dalam serangan udara Israel di Gaza pada Minggu (10/8), kata Stephane Dujarric, juru bicara (jubir) Guterres, pada Senin (11/8).
“Pembunuhan baru-baru ini menyoroti risiko ekstrem yang terus dihadapi para jurnalis saat meliput perang yang sedang berlangsung ini,” kata Dujarric dikutip Holopis.com, Selasa (12/8).
Sekjen PBB menyerukan penyelidikan yang independen dan imparsial terhadap pembunuhan-pembunuhan ini, katanya. Ia menekankan bahwa sedikitnya 242 jurnalis Palestina tewas di Gaza sejak perang dimulai, kata jubir tersebut.
Sekjen PBB menggarisbawahi bahwa jurnalis dan pekerja media harus dihormati dan dilindungi serta diizinkan untuk menjalankan pekerjaannya tanpa intimidasi atau bahaya.
Seperti diberitakan Holopis.com sebelumnya, empat jurnalis yang bekerja untuk saluran berita Al Jazeera Qatar meninggal dunia setelah militer Israel pada Minggu (10/8) menyerang tenda mereka di depan Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza City.
Al Jazeera melaporkan bahwa jurnalis mereka yang bernama Anas Al-Sharif dan Mohammed Qreiqeh, beserta juru kamera Ibrahim Zaher dan Mohammed Noufal, tewas dalam serangan Israel di Gaza.
“Anas Al-Sharif dan Mohammed Qreiqeh, keduanya koresponden Al Jazeera, serta dua juru kamera, Ibrahim Zaher dan Mohammed Noufal, termasuk di antara korban,” kata Direktur Rumah Sakit Al-Shifa, Mohammed Abu Selmiya.
Sumber-sumber pertahanan sipil Palestina mengatakan bahwa militer Israel secara langsung menargetkan tenda jurnalis, menewaskan keempat orang itu, sementara korban kelima tidak teridentifikasi karena tubuhnya hancur berkeping-keping.

