HOLOPIS.COM, JAKARTA – Keterdiaan lahan pemakaman di Jakarta yang makin minim jadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI. Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin pun mengecek langsung kondisi lahan Taman Pemakaman Umum di Kelurahan Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (11/2).
Didampingi Sekretaris Kota (Sekko) Jakarta Barat, Firmanudin dan jajarannya, Khoirudin meninjau langsung kondisi tiga titik makam yang sudah tak mampu lagi menampung jenazah baru. Politikus PKS itu mengaku dapat laporan dari warga dari 10 RW di wilayah tersebut yang mengeluh sudah penuhnya area lahan pemakaman setempat.
Menurut Khoirudin, dalam persoalan kritisnya lahan pemakaman, pemerintah harus hadir dalam memberikan solusi. Dia mengatakan urusan pemakaman warga merupakan kebutuhan mendasar.
”Ini adalah aspirasi warga Meruya. Mereka mengeluhkan lahan makam yang sudah penuh. Saya akan berjuang sungguh-sungguh karena tugas pemerintah adalah melayani masyarakat,” kata Khoirudin dikutip dari laman resmi Pemkot Jakbar, Kamis, (12/2/2026).
Dia mengatakan perluasan makam di Meruya Utara akan segera diproses DPRD DKI. Dijelaskan dia, sebelumnya ada pemotongan anggaran pengadaan tanah sebesar Rp585 miliar imbas penyesuaian Dana Bagi Hasil (DBH).

Tapi, dengan kondisi kenyataan yang saat ini mendesak, ia berkomitmen untuk mengembalikan anggaran itu dalam APBD Perubahan mendatang.
Merujuk data Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, setiap harinya ada sekitar 50 jenazah yang harus dimakamkan di Jakarta. Jumlah jenazah yang harus dimakamkan itu tak sebanding dengan ketersediaan lahan pemakaman saat ini di Jakarta.
”Kita tidak boleh diam. Urusan memakamkan jenazah adalah kewajiban kita yang masih hidup, secara agama ini adalah fardhu kifayah,” jelas politikus kawakan PKS itu.
Dia sebagai pejabat yang punya kewenangan dalam mengambil keputusan minta jangan sampai ada jenazah yang terlantar lantaran tak ada lahan.
Selain perluasan lahan, Khoirudin menawarkan beberapa langkah strategis. Salah satunya Sistem Tumpang dengan mengoptimalkan pemakaman sistem tumpang bagi jenazah yang masih dalam satu ikatan keluarga. Lalu, yang kedua terkait ketelitian data. Ia berharap dalam urusan ketelitian data ini, pengurus makam bisa lebih teliti dan selektif dalam pendataan pemakaman tumpeng.
Dengan ketelitian data, maka bisa berjalan tertib. Selain itu, mendukung sinkronisasi data antara kebutuhan lahan dengan laju angka kematian di Jakarta.
Dia menaruh harapan dengan cara itu nanti ke depannya lahan pemakaman di Meruya Utara tak hanya melayani warga sekitar. Tapi, juga bisa membantu ketersediaan lahan bagi warga Jakarta secara lebih luas.
”Harapannya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bisa memberikan pelayanan maksimal. Kita siapkan anggarannya agar kebutuhan mendesak ini segera teratasi,” ujar Khoirudin.

