JAKARTA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan hingga saat ini mereka baru menerima 17 persen kebutuhan dari yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat Gaza. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Farhan Haq.
“Lebih dari setengah tahun telah berlalu, (namun) lanskap pendanaan kemanusiaan masih memprihatinkan,” kata Farhan, dikutip Holopis.com, Jum’at (8/8/2025).
Jumlah pendanaan yang telah diterima sejauh ini tersebut menandai penurunan 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kekurangan pendanaan ini merupakan pengingat yang jelas bahwa jutaan warga rentan akan kelaparan tanpa bantuan yang sangat mereka butuhkan, imbuh juru bicara tersebut.
Pada Juni, menghadapi pemangkasan pendanaan terbesar yang pernah dialami oleh sistem kemanusiaan internasional, OCHA meluncurkan seruan global dengan prioritas sangat tinggi untuk membantu 114 juta warga lewat penargetan kebutuhan yang paling mendesak dalam laporan Global Humanitarian Overview 2025 yang lebih luas.
Masyarakat Gaza Masih Terus Terbunuh Ketika Mereka Mencari Makanan
Sementara itu masyarakat Gaza juga terus dilaporkan terbunuh ketika mereka mencari makanan. Hal ini semakin mendorong komunitas internsional untuk mendesak Israel mengizinkan bantuan masuk, dan benar-benar menyudahi peperangan.
Perlu diketahui Sobat Holopis, jumlah warga Palestina yang tewas di Jalur Gaza akibat serangan Israel telah bertambah menjadi 61.020, dengan 150.671 lainnya terluka sejak 7 Oktober 2023.
PBB juga mengatakan bahwa bantuan yang diizinkan masuk di Gaza tidak memenuhi kebutuhan untuk menangani ancaman kelaparan di sana. Saat ini, Pemerintah di Gaza mengatakan lebih dari 600 truk bantuan sudah masuk ke Gaza sejak Israel melonggarkan perbatasan. Namun bantuan itu masih dijarah oleh warga sipil dan juga kelompok bersenjata yang sudah putus asa.


