JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (7/8/2025). Berdasarkan analisis teknikal, IHSG berpotensi bergerak dalam kisaran 7.500 hingga 7.670.
Pengamat pasar modal dan founder WH Project, William Hartanto menjelaskan bahwa saat ini IHSG tengah membentuk pola higher low, yang menunjukkan kondisi jenuh jual setelah menutup gap pada level 7.469. Menurutnya, ini menjadi sinyal positif bagi pasar.
“Pergerakan IHSG saat ini mulai membentuk higher low, menunjukkan kondisi jenuh jual setelah berhasil menutup gap di level 7.469,” kata William dalam risetnya, seperti dikutip Holopis.com, Kamis (7/8).
Ia menambahkan, kehati-hatian pasar yang masih terasa kemungkinan besar dipicu oleh penantian investor terhadap rilis rebalancing Indeks MSCI. Langkah ini dinilai krusial untuk mengetahui saham-saham mana yang berpotensi masuk ke dalam komposisi indeks global tersebut.
“Kami memproyeksikan hari ini IHSG berpotensi bergerak menguat dalam range 7.500-7.670,” tegas William.
Dari sisi teknikal, pergerakan IHSG yang cenderung mixed dalam beberapa hari terakhir juga membuka peluang untuk membentuk level 7.500 sebagai support baru. Proses bottoming atau pembentukan dasar harga diperkirakan mendekati akhir, seiring munculnya pola higher low pattern pada saat koreksi kemarin.
Di sisi lain, pada perdagangan sebelumnya, investor asing mencatatkan aliran dana masuk (foreign flow) sebesar Rp506 miliar. Saham-saham yang menjadi target akumulasi asing antara lain ANTM, BRMS, FILM, AADI, dan CUAN.
Untuk strategi perdagangan hari ini, William menyarankan sejumlah saham yang layak dicermati berdasarkan analisis teknikal, antara lain:
- HRUM: Buy, dengan support di 825 dan resistance di 960.
- INCO: Buy, dengan support di 3.700 dan resistance di 3.900.
- MIKA: Buy on weakness, dengan support di 2.370 dan resistance di 2.500.
- SMGR: Buy, dengan support di 2.410 dan resistance di 2.800.
Dengan dukungan teknikal yang kuat dan potensi sentimen positif dari rebalancing indeks MSCI, pelaku pasar disarankan tetap mencermati arah pergerakan secara selektif sambil menjaga kewaspadaan terhadap dinamika eksternal.


