“Kita lihat tadi stadion penuh. Ini artinya energi dukungan dari masyarakat sangat luar biasa. Kepada masyarakat, mohon terus dukung dan doakan Timnas Indonesia,” terang Menpora Dito.
Sementara, Ketum PSSI, Erick Thohir, menyayangkan kekalahan tipis Timnas Indonesia. Kendati demikian, dia tetap memberikan apresiasi atas perjuangan pasukan Gerald Vanenburg yang telah dilakukan hingga sampai ke final.
Disamping itu, Erick menyoroti kondisi Timnas Indonesia yang tampil tidak dengan kekuatan penuh. Misalnya Arkhan Fikri dan Toni Firmansyah yang dalam keadaan tidak prima.
“Ya memang kalau dibilang apakah ini tim terbaik, ya tidak. Kita kehilangan dua pemain inti, tapi ini bukan alasan ya. Arkhan dan Toni tidak bisa bermain (penuh), keseimbangan lapangan tengah tidak maksimal,” ucapnya.
Seperti diketahui, Vietnam menjadi kampiun setelah menang 1-0 atas Indonesia. Gol kemenangan Vietnam dicetak Nguyen Cong Phuon pada menit ke-37.
Meski gagal juara, dua penggawa Timnas Indonesia sukses meraih penghargaan individu. Jens Raven menjadi top skor dan Muhammad Ardiansyah kiper terbaik. Tentu ini menjadi bukti kualitas potensi generasi muda Indonesia.


