Wamenag Ajak Pesantren Ambil Peran Strategis di Bidang Ketahanan Pangan dan Energi

0 Shares

astakom, Jakarta – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i mengajak pondok pesantren di seluruh Indonesia untuk turut berkontribusi dalam mendukung program prioritas nasional, terutama di sektor ketahanan pangan dan energi.

Seruan ini disampaikan dalam acara Silaturahmi Nasional Ke-12 dan Tabligh Akbar di Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI, Mojokerto, pada Minggu (27/7) kemarin.

Menurut Romo Syafi’i, pesantren memiliki potensi besar tidak hanya sebagai pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga sebagai motor penggerak pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia mencontohkan pengelolaan lahan pertanian seluas 29 hektare oleh Ponpes eLKISI yang hasilnya dibagikan kepada warga sekitar sebagai bentuk nyata kemandirian pangan.

“Langkah ini sangat positif dan dapat menjadi model. Pesantren bukan hanya pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga bisa menjadi pusat kemandirian pangan. Ini tentu mendukung program swasembada pangan dan energi yang menjadi prioritas Presiden,” ungkapnya, dikutip Holopis.com, Senin (28/7).

Lebih lanjut, Wamenag menegaskan bahwa kontribusi pesantren terhadap bangsa telah berlangsung sejak masa perjuangan kemerdekaan. Ia menyebut banyak gerakan melawan penjajahan dimotori oleh kalangan santri dan ulama.

“Gerakan melawan penjajahan di banyak daerah dimotori oleh para santri. Maka tak berlebihan jika saya menyebut pesantren sebagai ibu kandung lahirnya negara Indonesia,” tegasnya.

- Advertisement -

Romo Syafi’i juga mengapresiasi sistem pendidikan di Ponpes eLKISI yang dinilai berhasil menggali potensi santri sesuai bakat dan minat mereka. Hal ini terlihat dari kecakapan santri dalam hafalan hadis dan pemahaman nilai-nilai Islam.

“Santri harus dibina untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama, sebagaimana hadis Khoirunnas anfa’uhum linnas,” ujarnya.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes eLKISI, Fathur Rohman, menuturkan bahwa pihaknya aktif menjalankan program sosial-keumatan, seperti pembagian 600 paket sembako setiap bulan dan program bedah rumah yang telah membantu lebih dari 30 keluarga.

“Pesantren ini milik umat, maka manfaatnya juga harus kembali ke umat. Kami menjadikan pesantren sebagai basis edukasi sekaligus pemberdayaan sosial,” katanya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Khoirudin Ainun Najib
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU