Awas Macet! Flyover Latumenten Mulai Dibangun Agustus 2025, Dishub Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

0 Shares

JAKARTA – Dinas Perhubungan DKI Jakarta tengah mempersiapkan skema rekayasa lalu lintas jelang dimulainya proyek pembangunan flyover (jembatan layang) di Jalan Latumenten, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, yang akan dimulai pada Agustus 2025.

“Kami akan rapat dalam waktu dekat untuk membahas manajemen dan rekayasa lalu lintas selama proyek berlangsung,” ujar Edy Sufaat, Plt Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat, Kamis (17/7).

Rapat tersebut akan melibatkan berbagai SKPD dan UKPD terkait guna memastikan bahwa dampak lalu lintas selama pembangunan bisa diminimalkan. Menurut Edy, hasil pembahasan akan segera diumumkan ke publik.

Pembangunan flyover Latumenten yang akan membentang sepanjang 380 meter dari sisi selatan ke utara Stasiun Grogol ini diperkirakan memakan waktu dua tahun dan menelan anggaran lebih dari Rp300 miliar.

Darwin Ali, Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat, menyampaikan bahwa proyek saat ini masih dalam tahap lelang. Namun, pihaknya masih menunggu arahan resmi dari pimpinan terkait jadwal sosialisasi ke masyarakat.

Selama pembangunan, akses kendaraan umum seperti Transjakarta, JakLingko, dan KRL akan ditutup sementara di area proyek. Kendaraan pribadi seperti mobil dan motor akan diarahkan ke jalur atas saat flyover sudah fungsional. Pejalan kaki tetap bisa menyeberang lewat jembatan penyeberangan orang (JPO).

- Advertisement -

Lebih menarik lagi, proyek ini juga akan menghadirkan skywalk berbayar dengan sistem tap card, seperti yang diterapkan di Bundaran HI.

Sebagai informasi tambahan, Pemprov DKI juga akan membangun flyover serupa di Jalan Makaliwe, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, sebagai bagian dari proyek infrastruktur wilayah.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memulai pembangunan jalan layang (flyover) di Jalan Latumenten, tepatnya di samping Stasiun Grogol, Jakarta Barat, pada Agustus 2025 mendatang. Proyek infrastruktur ini menjadi salah satu mega proyek yang menelan anggaran lebih dari Rp300 miliar.

Uniknya, flyover tersebut tidak hanya berfungsi sebagai jalan lintas, tetapi juga akan dilengkapi dengan halte Transjakarta di bagian atas, menjadikannya fasilitas multiguna pertama di kawasan tersebut.

“Bukan hanya flyover, tapi di atasnya akan dijadikan tempat halte Transjakarta,” kata Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronalds Petrus Gerson
Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU