JAKARTA – Pusat pelatihan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia (Zaporizhzhia nuclear power plant/ZNPP) diserang oleh tiga drone Ukraina pada Minggu (13/7) malam waktu setempat, ungkap administrasi pembangkit listrik itu yang dibentuk oleh Rusia pada Senin (14/7).
Serangan itu, yang mendarat 250 hingga 300 meter dari unit pembangkit listrik pertama di ZNPP, tidak menyebabkan kebakaran atau kerusakan parah. Penyelidikan masih berlangsung untuk menilai sejauh mana dampak serangan tersebut, imbuh administrasi itu.
Meski terjadi serangan, pembangkit listrik tersebut tetap beroperasi normal dengan penerapan seluruh tindakan pencegahan yang diperlukan.
“Keamanan operasional pembangkit listrik itu tetap terjaga,” demikian pernyataan dari ZNPP, dikutip Holopis.com, Selasa (15/7).
Pusat pelatihan itu memiliki simulator berskala penuh dari ruang kontrol reaktor nuklir, yang sangat penting bagi pelatihan dan sertifikasi staf.
Sebagai informasi, ZNPP yang terletak di dekat Energodar di tepi kiri Sungai Dnieper, terdiri dari enam reaktor, yang masing-masing di antaranya berkapasitas 1 gigawatt.
Ukraina Juga Akan Terima Bantuan Dari Amerika
Sebelumnya, Amerika Serikat mengaku akan mengirimkan persenjataan ke Ukraina. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada mengatakan bahwa AS akan mengirimkan rudal pertahanan udara Patriot ke Ukraina untuk membantu memperkuat pertahanan negara tersebut dari serangan Rusia.
Baru-baru ini Donald Trump juga mengklaim bahwa AS akan mengirimkan persenjataan yang mereka buat sendiri untuk Ukraina bisa mempertahankan negara mereka. Sikap Amerika dalam membantu Ukraina sebelumnya sempat tak dilakukan oleh Donald Trump.
Donald Trump malah mengkritik Ukraina yang dinilai kerap kali meminta bantuan kepada Amerika. Namun setelah terjadi perjanjian di antara keduanya, dan keuntungan yang akan didapatkan Amerika dari Ukraina, Donald Trump pun langsung memberikan banyak bala bantuan kepada negara yang sudah perang dengan Rusia sejak tahun 2022 tersebut.


