JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (14/7) mengatakan bahwa AS akan mengirimkan senjata ke Ukraina melalui NATO, dan mengancam (akan memberlakukan) ‘tarif yang sangat berat’ yang menargetkan Rusia jika kesepakatan gencatan senjata tidak tercapai dalam 50 hari.
Trump mengumumkan kesepakatan dengan NATO terkait senjata untuk membantu Ukraina saat bertemu dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO Mark Rutte di Oval Office.
“Kami akan mengirimkan senjata kepada mereka dan mereka akan membayarnya,” kata Donald Trump, dikutip Holopis.com, Selasa (15/7).
Ia juga mengatakan bahwa Amerika Serikat akan memproduksi senjata-senjata yang akan dikirimkan tersebut. Tak hanya memberikan senjata untuk negara sekutunya, Donald Trump juga berencana untuk memberikan hukuman kepada Rusia, jika mereka tidak juga mencapai sebuah kesepakatan yang sudah dirancang oleh Amerika Serikat.
“Kami akan memberlakukan tarif yang sangat berat jika kami tidak mencapai kesepakatan dalam 50 hari,” katanya.
Hukuman Apa yang Akan Diberikan Kepada Rusia?
Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick kemudian mengklarifikasi bahwa yang dimaksud Trump adalah ‘sanksi ekonomi’ ketika dia mengancam ‘tarif sekunder’ terhadap Rusia jika tidak mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Ukraina dalam waktu 50 hari.
Berbicara kepada para wartawan setelah pertemuan di Oval Office, Donald Trump mengatakan bahwa kesepakatan dengan para sekutu NATO telah selesai dan mendapatkan persetujuan penuh.

