MAKASSAR – Seorang staf desa di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditembak orang tak dikenal (OTK) pada Kamis, 26 Juni 2025. Korban bernama Hardianto (35), merupakan staf Desa Panaikang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Penembakan itu menggegerkan warga sekitar tempat kejadian. Sampai saat ini, polisi belum berhasil mengungkap identitas pelaku penembakan.
Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Bahtiar, membenarkan, membenarkan insiden penembakan itu. Kata dia, saat ini pihaknya sangat serius menangani kasus ini.
“Sampai saat ini kita belum mengetahui siapa pelakunya. Kita masih melakukan penyelidikan,” kata Bahtiar seperti dikutip Holopis.com, Kamis (16/6/2025).
Saat ini polisi masih menelusuri kemungkinan adanya konflik pribadi atau motif lain yang bisa menjadi pemicu penembakan. Polisi juga sedang mencari apakah ada CCTV di dekat TKP.
“Untuk saksi sudah ada beberapa yang kita mintai keterangan dan sampai saat ini anggota masih di lapangan untuk mengumpulkan petunjuk-petunjuk dan keterangan saksi-saksi,” bebernya.
Sebagai informasi, staf desa di Kecamatan Patalassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) ini ditembak oleh orang tak dikenal (OTK), saat tengah malam
Informasi yang dihimpun, insiden penembakan itu terjadi pada Kamis, (26/6), sekitar pukul 00.00 Wita. Korban saat itu berada di wilayah Kecamatan Patalassang, Gowa, dan tiba-tiba ditembak OTK.
Menurut Bahtiar, pelaku diduga menggunakan senapan angin saat melepaskan tembakan ke arah korban. Tembakan tersebut mengenai bagian tubuh korban tepat di bawah ketiaknya.
Meski nyawanya berhasil diselamatkan, korban harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Syekh Yusuf Gowa untuk mendapatkan perawatan medis.
Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi pemicu peristiwa penembakan ini. Identitas pelaku pun masih misterius hingga saat ini.
Pihak kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Saat ini korban telah dirujuk ke rumah sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar menjalani operasi untuk mengeluarkan proyektil yang masih bersarang di tubuhnya.

