JAKARTA – Gubernur Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa pihaknya berencana untuk menaikan tarif parkir dalam waktu dekat.
Pramono berdalih bahwa kenaikan tarif parkir tersebut demi memberikan subsidi ke 15 golongan masyarakat agar bisa menikmati layanan transportasi umum secara gratis.
“Yang pertama mohon maaf bagi orang-orang yang mampu, nanti pelan-pelan parkirnya saya mau naikkan,” kata Pramono dalam pernyataannya pada Selasa (10/6).
Tak hanya itu, Pramono juga berencana untuk segera menggunakan sistem Electronic Road Pricing (ERP) atau jalan berbayar elektronik. Kebijakan ini secara spesifik menyasar pengguna kendaraan pribadi yang tergolong mampu secara finansial.
“Yang kedua, saya akan pasang yang namanya Electronic ERP, Road Pricing. Bagi orang yang mampu,” ungkapnya.
Dana yang diperoleh dari tarif parkir dan ERP, lanjut Pramono, nantinya akan dialihkan untuk menyubsidi layanan transportasi umum, termasuk TransJakarta, MRT, dan LRT, agar dapat digunakan secara gratis oleh 15 golongan masyarakat prioritas.
“Bagi warga yang termasuk dalam 15 golongan, naik MRT, LRT, TransJakarta itu gratis. Bahkan saat TransJabodetabek terbentuk, masyarakat dari Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, hingga Cianjur juga akan digratiskan,” imbuhnya.
Berikut ini 15 golongan masyarakat yang akan menikmati fasilitas transportasi umum gratis di Jakarta:
- PNS & Pensiunan DKI
- Tenaga Kontrak DKI
- Penerima KJP
- Pekerja Bergaji UMP
- Penghuni Rusunawa
- Tim PKK
- Warga Kepulauan Seribu
- Penerima Raskin
- TNI & Polri
- Veteran
- Disabilitas
- Lansia (>60 tahun)
- Pengurus Rumah Ibadah
- Guru dan Staf PAUD
- Jumantik (Juru Pemantau Jentik)


