JAKARTA – Hari Anak-anak Sedunia adalah momen istimewa yang dirayakan setiap tahun untuk menghormati hak-hak anak dan memperjuangkan kesejahteraan mereka. Meski tanggal perayaannya berbeda-beda di setiap negara, semangat di balik peringatan ini tetap sama: memberikan ruang bagi anak-anak untuk tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kasih.
Asal Usul Hari Anak Internasional
Hari Anak Internasional pertama kali dicanangkan pada tahun 1925 dalam Konferensi Dunia untuk Kesejahteraan Anak yang diadakan di Jenewa, Swiss. Konferensi ini menjadi tonggak penting dalam pengakuan internasional terhadap perlunya perhatian khusus terhadap hak dan kesejahteraan anak-anak.
Kemudian, pada 4 November 1949, Federasi Demokratik Internasional Wanita (Women’s International Democratic Federation) menetapkan tanggal 1 Juni sebagai Hari Perlindungan Anak Internasional. Sejak tahun 1950, tanggal ini mulai dirayakan sebagai Hari Anak di banyak negara yang kala itu merupakan bagian dari Blok Timur (negara-negara komunis) maupun negara-negara Gerakan Non-Blok.
Negara-Negara yang Merayakan Hari Anak pada 1 Juni
Hingga kini, 1 Juni masih menjadi tanggal peringatan Hari Anak di berbagai negara, khususnya negara-negara yang memiliki sejarah sebagai bagian dari Uni Soviet, negara bekas Yugoslavia, serta bekas negara komunis lainnya. Beberapa negara tersebut antara lain:
- Negara-negara bekas Uni Soviet: Armenia, Azerbaijan, Belarus, Estonia, Georgia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Latvia, Moldova, Rusia, Tajikistan, Turkmenistan, Uzbekistan.
- Negara-negara bekas Yugoslavia dan negara komunis lainnya: Albania, Bosnia dan Herzegovina, Kroasia, Kosovo, Montenegro, Serbia, Slovenia, Bulgaria, Rumania, Polandia, Ceko, Slovakia, Mongolia, Vietnam, Angola, Ethiopia, Tanzania, Laos, Kamboja, dan lain-lain.
- Bahkan di Israel, perayaan 1 Juni tetap diakui oleh sebagian populasi karena adanya migrasi penduduk Yahudi dari negara-negara eks-Uni Soviet.
Namun, pada tahun 2025, Ukraina secara resmi memindahkan peringatan Hari Anaknya dari 1 Juni ke 20 November, untuk menyesuaikan dengan peringatan yang dicanangkan oleh PBB.
Perayaan yang Berbeda di Tiap Negara
Meskipun ada dua tanggal besar secara internasional, banyak negara memiliki versi Hari Anak mereka sendiri. Ada yang memperingatinya sebagai Hari Anak Nasional, ada pula yang merayakannya dalam bentuk Pekan Anak (Children’s Week). Bentuk kegiatannya pun beragam, mulai dari festival, lomba, edukasi hak anak, hingga pemberian bantuan sosial dan layanan kesehatan untuk anak-anak.
Hari Anak, baik itu yang diperingati pada 1 Juni maupun 20 November, adalah momen penting untuk mengingatkan dunia bahwa anak-anak adalah generasi penerus yang harus dilindungi dan dihargai. Setiap perayaan bukan hanya soal pesta dan hadiah, tetapi lebih dalam dari itu: menyuarakan hak anak untuk tumbuh dengan bahagia, aman, dan berdaya.
Sobat Holopis, mari kita bersama-sama menjadi bagian dari perubahan dengan lebih peduli terhadap hak dan masa depan anak-anak di sekitar kita.

