JAKARTA – Pemprov Daerah Khusus Jakarta siap mendukung program Kementerian Perhubungan terkait program mudik lebaran.
Gubernur Daerah Khusus Jakarta, Pramono Anung Wibowo mengatakan, kolaborasi ini bertujuan agar program mudik gratis yang akan digelar oleh Pemprov Jakarta bagi warga Jakarta yang hendak pulang ke kampung halaman dapat berjalan lancar.
“Mudik gratis nanti kami akan mengerahkan 520 bus. Pemprov Jakarta akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan agar pelaksanaan program mudik gratis berjalan lancar,” katanya, Senin (3/3).
Tak hanya mudik gratis, Pemprov Daerah Khusus Jakarta juga akan berkolaborasi mengenai pendatang baru.
“Untuk itu, perlu kita antisipasi sejak awal. Saya akan memanusiakan siapapun di Jakarta, namun tetap harus kita tangani dengan baik agar tidak menjadi persoalan di kemudian hari bagi Jakarta,” terangnya.
Dikatakan Pramono, Kota Jakarta masih menjadi daya tarik tersendiri bagi pendatang baru untuk mencari lapangan kerja. Jakarta tidak bisa menutup diri, karena itu ia akan terus melakukan pembenahan di berbagai sektor, termasuk kependudukan.
“Jakarta di bawah kepemimpinan saya, pasti terbuka dan lebih ramah, tetapi juga dengan ketegasan. Kami akan merumuskan strategi penanganan pendatang baru ini,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menambahkan, partisipasi Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta sangat penting untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas selama angkutan Lebaran 2025.
“Masyarakat yang akan berangkat mudik dari wilayah Jakarta jumlahnya cukup banyak. Karena itu, seperti pada tahun-tahun sebelumnya, kolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta menjadi sangat penting, dalam rangka mendukung kelancaran arus lalu lintas selama arus mudik dan balik Lebaran 2025,” ujarnya.
Menhub Dudy menjelaskan, setidaknya ada empat hal krusial yang perlu mendapat dukungan dari Pemprov Jakarta pada angkutan Lebaran 2025.
Pertama, terkait Posko Angkutan Lebaran dan Mudik Gratis yang meliputi Posko pelayanan dan monitoring Angkutan Lebaran, memastikan kesiapan armada (ramp check) dan simpul transportasi, pemeriksaan kesehatan pengemudi, serta konsolidasi dan penyiapan mudik gratis.
Kedua, terkait Peningkatan Akses dan Layanan Angkutan Feeder yang meliputi penyediaan kemudahan akses bagi pemudik menuju terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara, serta meningkatkan layanan angkutan feeder terutama menuju ke simpul-simpul mudik gratis.
Ketiga, terkait Pengaturan dan Rekayasa Lalu Lintas yang meliputi rekayasa lalu lintas secara kondisional, penempatan petugas keamanan di titik-titik rawan kemacetan dan keramaian, memastikan kesiapan jalur alternatif, serta memastikan kelancaran perjalanan para pemudik.
Adapun yang keempat, dukungan Penyediaan Informasi Mudik dan Sosialisasi Keselamatan yang meliputi penyediaan informasi seputar mudik yang memadai bagi masyarakat, termasuk sosialisasi keselamatan berkendara, khususnya bagi pengguna kendaraan pribadi.
“Dengan dukungan dari Pemprov Jakarta pada aspek-aspek yang sudah disebutkan, harapannya para pemudik dapat melakukan perjalanan dengan selamat, nyaman, dan lancar,” terang Menhub Dudy.
Menhub Dudy juga menerangkan, Program Mudik Gratis yang akan diselenggarakan berbagai pihak, termasuk Pemprov DKI Jakarta, perlu dikoordinir agar pelaksanaannya bisa lebih efektif dan efisien.
“Koordinasi dengan para penyelenggara Mudik Gratis perlu dilakukan agar program ini bisa lebih terkontrol. Harapannya, tidak ada lagi pemudik yang melakukan pendaftaran di lebih dari satu tempat,” tutupnya.

