HOLOPIS.COM, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bakal menguji support level 6.200 pada awal perdagangan pekan ini, Senin (3/3).
Sebagaimana diketahui, bahwa IHSG pada Jumat (28/2) pekan lalu ditutup melemah 3,31 persen ke level 6.271. Bahkan secara year to date, pelemahan mencapai 11 persen.
Pelemahan tersebut sejalan dengan besarnya akumulasi aksi jual oleh para investor asing yang terjadi beberapa waktu belakangan ini.
“Secara teknikal, terbentuk pelebaran negative slope pada MACD, sehingga IHSG masih berpotensi uji support 6.200,” kata Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan dalam risetnya, seperti dikutip Holopis.com, Minggu (2/3).
Dia menambahkan, bahwa akumulasi jual investor asing sebelumnya sudah pernah terjadi beberapa kali dalam 10 tahun terakhir.
Nilai akumulasi nilai jual bersih atau net sell investor asing paling dekat terjadi di tahun 2015, dengan posisi pelemahan IHSG sebesar 12,13 persen.
Adapun sepanjang 1 Januari 2025 sampai dengan 28 Februari 2025, nilai akumulasi net sell investor asing diperkirakan mencapai level yang sama dengan pelemahan yang terjadi pada 2015 tersebut.
Sementara pelemahan IHSG saat ini sudah terindikasi mengalami pelemahan yang sama dengan besarnya pelemahan di 2025. Pasalnya pelemahan yang terjadi saat ini sudah mencapai 11 persen.
Akan tetapi, Valdy menyebut terdapat juga indikasi bahwa tekanan jual asing terlalu kuat yang memicu reaksi pelaku pasar tersebut.
“Artinya, pasar masih perlu berhati-hati dengan potensi pelemahan lanjutan apabila aksi jual signifikan investor asing masih berlanjut,” kata Valdy.
Adapun untuk perdagangan saham hari ini, Valdy dalam risetnya merekomendasikan sejumlah saham yang berpeluang menguat pada perdagangan pekan ini.
Sejumlah saham tersebut yakni PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT PP London Sumatra Tbk (LSIP), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).


