MAKASSAR – Demonstrasi mahasiswa dari siang hingga malam di Kota Makassar berujung bentrok dengan warga yang kesal dengan aksi penutupan jalan oleh mahasiswa.
Kericuhan antar warga dengan mahasiswa it terjadi di depan Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM), Jalan AP Pettarani, Makassar, Jumat (21/2) malam,
Bentrokan antara mahasiswa dan warga ini bermula dari aksi demonstrasi bertajuk “Indonesia Gelap” yang dilakukan ratusan mahasiswa UNM dengan memblokade jalan poros di Makassar hingga menyebabkan macet berjam-jam.
Menjelang magrib, situasi semakin memanas ketika warga dan pengguna jalan mencoba membubarkan aksi tersebut secara paksa.
“Dari siang mereka demo sampai malam, kami yang kerja sebagai Ojol ini hilang pemasukan karena tidak bisa lewat, macet di mana-mana,” ujar Agus.
Menurut Agus dia memaklumi protes mahasiswa, tapi jangan menutup jalan dari siang hingga malam.
“Istri dan anak saya makan apa kalau seharian saya tidak bisa bekerja karena macet. Sudah banyak pesanan saya batalkan karena saya terjebak macet,” sesalnya.
Karena kesal dia pun ikut melemparkan batu dan kayu untuk mengejar mahasiswa. Para mahasiswa yang terdesak lari masuk ke dalam kampus, namun sempat melemparkan bom molotov ke arah warga.
“Mahasiswa dilempari dan dikejar warga pakai kayu. Mereka langsung lari masuk ke dalam kampus,” tutur Agus.
Sementara itu, pihak Kepolisian dari Polrestabes Makassar meminta agar warga berhenti melakukan perlawanan agar memudahkan dalam melakukan pengamanan.
“Tolong warga bergeser dulu. Yang di trotoar mundur dulu. Kami juga akan bersihkan di situ,” kata anggota dari mobil Raisa menggunakan pengeras suara.
Dia juga meminta anggota polisi yang mengamankan aksi untuk memberikan pengamanan terhadap warga terlebih dahulu.
“Diminta kepada anggota agar sterilkan warga dulu. Nanti di dalam ada Jatanras, Perintis, dan Resmob Polda Sulsel,” jelasnya.
Akibat bentrokan ini sejumlah mahasiswa diamankan oleh polisi.

