JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (19/2), setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan menahan suku bunga acuan atau BI Rate mereka.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks saham nasional itu terpantau melemah signifikan pada penutupan perdagangan hari ini, yakni sebesar 1,14 persen atau 78,68 poin menuju level 6.794.
Adapun sepanjang perdagangan hari ini, harga saham mayoritas berada pada tren penurunan. Tercatat sebanyak 361 saham harganya terkoreksi, 218 saham harganya naik, dan 216 saham lainnya stagnan.
Total volume saham yang diperdagangkan sepanjang hari ini tercatat sebanyak 19,41 miliar saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp11,84 triliun, dan frekuensi transaksi sebanyak 1,23 juta kali transaksi.
Secara sektoral, mayoritas indeks sektoral pada hari ini turut mengalami penurunan, dimana sektor keuangan menjadi pemimpinnya dengan turun sebesar 1,78 persen. Kemudian disusul sektor infrastruktur yang turun 0,85 persen.
Sektor properti pada penutupan perdagangan juga turun 0,80 persen, sektor kesehatan turun 0,70 persen, sektor non siklikal turun 0,59 persen, sektor transportasi turun 0,39 persen, serta sektor siklikal dan sektor energi turun 0,07 persen.
Namun masih ada indeks sektoral yang mengalami kenaikan pada perdagangan hari ini, yaitu sektor teknologi yang terpantau melonjak 5,42 persen, sektor industri naik 0,51 persen, dan sektor bahan baku naik 0,27 persen.
Adapun, tiga saham yang menguat tajam hingga menempati posisi top gainers, yaitu :
- PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) naik 24,39 persen ke Rp306;
- PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) naik 15,78 persen ke Rp565;
- PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) naik 12,94 persen ke Rp192.
Sedangkan, tiga saham yang menempati posisi top losers pada perdagangan hari ini, yaitu :
- PT Puri Global Sukses Tbk (PURI) turun 13,44 persen ke Rp322;
- PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk (SMKL) turun 9,68 persen ke Rp168;
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) turun 8,15 persen ke Rp2.480.
Adapun untuk tiga saham yang aktif diperdagangkan hingga penutupan perdagangan sore ini, yaitu :
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI);
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA);
- PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).
Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) telah memutuskan untuk menahan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75 persen. Keputusan ini ditetapkan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang berlangsung pada 18-19 Februari 2025.
Gubernur BI, Perry Warjiyo menjelaskan, bahwa keputusan ini diambil berdasarkan asesmen menyeluruh terhadap proyeksi ekonomi global, ekonomi domestik, serta kondisi moneter sistem keuangan dan pembayaran ke depan.
“Berdasarkan asesmen menyeluruh, RDG BI pada 18 dan 19 Februari 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 5,75 persen,” kata Perry dalam konferensi pers hasil RDG BI periode Februari, seperti dikutip Holopis.com, Rabu (19/2).
Selain itu, BI juga memutuskan suku bunga Deposit Facility juga dipertahankan di level 5 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,5 persen.

