JAKARTA – Mantan petinggi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Rida Hesti Ratnasari mengatakan bahwa kegiatan simpatisan Khilafah yang menggelar aksi damai di sejumlah wilayah di Indonesia memiliki risiko luar biasa bagi eksistensi Indonesia sebagai sebuah negara.
“Kejadian minggu kemarin maka akan sebabkan runtuhnya NKRI,” kata Rida saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (5/2/2025).
Alasannya, karena secara langsung kelompok yang kini telah ia tinggalkan sudah berani menununjukkan eksistensinya kembali pasca organisasinya itu dibubarkan oleh negara pada tahun 2017 lalu.
Perempuan yang juga pernah menjadi pengurus DPP Muslimah HTI tersebut menegaskan bahwa isu pembelaan pada Palestina yang digaungkan bukan isu utama.
“Palestina itu isu bukan utama, tapi khilafah itu sebenarnya yang jadi isu utama, karena Khilafah dianggap (dikampanyekan) yang bisa menyelesaikan masalah Palestina,” ujarnya.
Cara Menangani
Lebih lanjut, Rida yang pernah mendirikan HTI di Kendari tersebut menyarankan kepada pemerintah khususnya aparat penegak hukum untuk menyikapi kampanye Khilafah di beberapa daerah itu.
“Jadi yang di kasus minggu kemarin, kita harus dipilah, siapa ideologisnya, siapa simpatisan, siapa pembelajarnya,” tuturnya.
Penanganan mereka memang tidak boleh sembarangan. Setiap pemilik peran harus ditangani secara cermat dan tepat.
Namun demikian, ia menekankan agar penanganan penyeru Khilafah dari Hizbut Tahrir ini harus dilakukan dengan maksimal.
Sebab meskipun organisasinya telah dibubarkan, seluruh aktivitas baik dakwah dan rekrutmen tetap berjalan sebagaimana mestinya. Sebab taruhannya adalah eksistensi Indonesia sebagai sebuah negara.
“Hizbut Tahrir tidak mau ada demokrasi. Kita menyebutnya sebagai demokrasi predatori,” pungkasnya.

