BerandaNewsPolhukamPegi Setiawan Ngaku Dipukul Polisi Saat Ditahan!

Pegi Setiawan Ngaku Dipukul Polisi Saat Ditahan!

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pegi Setiawan secara blak-blakan mengungkapkan bahwa dirinya sempat mendapatkan perlakuan kasar dari pihak kepolisian, mulai dari pemukulan hingga ancaman ketika ditahan. Hal itu diungkapkannya pasca keluar dari Polda Jawa Barat, usai dinyatakan bebas dari statusnya sebagai tersangka.

Seperti yang telah diketahui bersama, bahwa Hakim Tunggal dalam sidang Praperadilan, Eman Sulaeman secara lantang mengabulkan gugatan dari pihak Pegi Setiawan dalam agenda putusan Praperadilan, Senin (8/7).

Dalam putusannya itu, hakim menyebut bahwa tidak ditemukan bukti, dimana pemohon dalam hal ini Pegi Setiawan pernah dilakukan pemeriksaan sebagai calon tersangka oleh Polda Jawa Barat selaku termohon.

“Maka menurut Hakim, penetapan tersangka atas pemohon haruslah dinyatakan tidak sah dan batal demi hukum,” ucap Hakim Eman.

Penerbit Iklan Google Adsense

“Dengan demikian, petitum pada praperadilan pemohon secara hukum dapat dikabulkan untuk seluruhnya,” lanjutnya.

Selepas putusan praperadilan, tim Kuasa Hukum Pegi Setiawan langsung berbondong-bondong menjemput Pegi.

Kemudian pada malam harinya Pegi beserta seluruh Kuasa Hukum hingga pihak keluarga berkesempatan menyampaikan pendapatnya di depan para pewarta.

Menariknya, Pegi mengaku bahwa dalam pernyataanya itu, mengungkapkan sempat mendapatkan perlakuan kasar dari pihak kepolisian yang disebutnya sebagai ‘Penguasa Gedung’.

Pegi menjelaskan bahwa memang tidak ada perlakuan kasar ketika penangkapan 21 Mei 2024, namun hal itu muncul setelah penangkapan.

“Ada (perlakuan kasar), semacam kata-kata kasar, banyak sekali ancaman-ancaman. Selain itu, saya pernah dipukul di magian mata sini (red-mata kanan),” ungkap Pegi, sebagaimana informasi yang dikutip Holopis.com.

Perihal ancaman yang diterimanya, Pegi tidak menjelaskan seperti apa. Ia juga tidak mengetahui siapa sosok polisi yang memukul dirinya tersebut.

“Itu salah satu yang penguasa gedung itu,” jelasnya.

“Bukan (red-dari tahanan), yang itu, yang di penyidik, polisi,” tegasnya.

Pegi pun sempat menyampaikan bahwa ada perkataan polisi yang menyudutkan dirinya, dimana dibilang sebagai pembunuh hingga tidak memiliki hati nurani.

“Sya tidak menjawab karena saya merasa tidak bersalah. Saya hanya bisa pasrah, disitu tidak bisa tidur dua malam,” ujarnya lagi.

Temukan kami juga di Google News

Baca Juga :

BERITA LAINNYA

Lintas Ormas Desak Polisi Tindak Said Didu Diduga Diduga Picu Kebencian Warga Tangerang

Perwakilan aliansi ormas memprotes keras pernyataan Muhammad Said Didu yang beredar di sosial media (Sosmed) pada beberapa waktu ini terkait dengan pembangunan kawasan di Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) yang ada di kawasan Kabupaten Tangerang, Banten.

Heboh Donald Trump Ditembak Saat Kampanye, Mengapa Tragedi Politik Serupa Sering Terjadi?

Tertembaknya Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di bagian kuping saat sedang kampanye langsung membuat terkejut banyak pihak.

Prabowo Tekankan Profesi TNI-Polri Butuh Pengorbanan Besar

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengingatkan para anggota TNI dan Polri untuk selalu ikhlas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Prabowo : Untuk Apa Pembangunan Kalau Negara Tidak Utuh dan Terlindungi

Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto menekankan pentingnya perlindungan bagi masyarakat dalam meningkatkan seluruh aspek.

Prabowo Beri Pembekalan 906 Calon Perwira Remaja TNI-Polri 2024

Sebanyak 906 calon perwira remaja TNI-Polri 2024 di Jakarta, mendapatkan pembekalan dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Pahala Nainggolan Daftar Capim KPK Periode 2024 – 2029

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Deputi Pencegahan dan Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Pahala Nainggolan ternyata ikut mendaftarkan diri sebagai calon pimpinan (capim) komisi antirasuah periode...
Presiden dan Wakil Presiden 2024 - 2029
Sudaryono Jateng Satu
Munas 10 Forum Zakat

HOLOPIS FEEDS