BerandaNewsPolhukamMiris, Pemain Judi Online Didominasi Masyarakat Kalangan Menengah ke Bawah

Miris, Pemain Judi Online Didominasi Masyarakat Kalangan Menengah ke Bawah

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketua Satgas Pemberantasan Judi Online, Hadi Tjahjanto mengungkap 2,37 juta penduduk terjerat judi online. Ia mengatakan, sebagian besar dari mereka merupakan masyarakat dengan tingkat ekomomi menengah ke bawah.

“Ini rata-rata kalangan menengah ke bawah yang jumlahnya 80 persen dari jumlah pemain 2,37 juta,” tutur Hadi dalam konferensi pers, seperti dikutip Holopis.com, Rabu (19/6).

Dia pun membeberkan, total nominal transaksi yang tercatat berkisar Rp10.000 sampai dengan Rp100.000 untuk masyarakat menengah ke bawah. Sementara, klaster kelas menengah atas antara Rp100.00 sampai dengan Rp40 miliar.

Adapun dari sisi demografi, mantan Panglima TNI itu mengungkap, bahwa 2 persen dari total pemain judi online yang sebanyak 2,37 juta orang, atau sebanyak 80.000 orang merupakan masyarakat dengan usia di bawah 10 tahun.

Penerbit Iklan Google Adsense

“Korban yang ada di masyarakat, sesuai data demografi pemain judi online, usia di bawah 10 tahun itu ada 2 persen dari pemain. Total ya 80 ribu yang terdeteksi,” kata pria yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) tersebut.

Secara lebih rinci, klasifikasi pemain judi online dengan usia 10 hingga 20 tahun mencapai 11 persen, atau sebanyak 440.000 orang. Sementara, usia 21 hingga 30 tahun yang bermain judi daring ini sebanyak 520.000 orang.

“Dan usia 30 sampai 50 tahun itu 40 persen, 1.640.000 (orang). Usia di atas 50 tahun itu 34 persen, itu jumlahnya 1.350.000 (orang),” tambahnya.

Sebagai informasi, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat nilai transaksi terkait judi online ini telah mencapai Rp600 triliun sejak lima tahun terakhir. Khusus kuartal pertama 2024, aliran dana judi online ini telah mencapai Rp100 triliun.

Temukan kami juga di Google News

Baca Juga :

BERITA LAINNYA

Walkot Semarang Mbak Ita Dicegah ke Luar Negeri, Jadi Tersangka KPK?

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan tersangka baru kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah. Setidaknya ada tiga...

Ingat! Caleg Terpilih Belum Lapor Harta Kekayaan Tak Akan Dilantik

Calon anggota legislatif (caleg) terpilih di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 tidak akan dilantik, apabila belum menyerahkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pimpinan Ponpes Al-Zaytun Panji Gumilang Resmi Bebas Hari Ini

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun, Panji Gumilang telah resmi keluar dari penjara, dan kembali menghirup udara bebas pada hari ini, Rabu (17/7).

Muhaimin Resmi Dijebloskan ke Penjara Mulai Hari Ini

Tersangka kasus dugaan suap kepada mantan Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba, Muhaimin Syarif atau Ucu saat dipajang dalam konferensi pers penahanan oleh KPK hari ini.

Terbukti Terima Suap Dana PEN Muna, Eks Dirjen Kemendagri Ardian Divonis 4,5 Tahun Penjara

Mantan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Mochamad Ardian Noervianto divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, dengan hukuman empat tahun dan enam bulan penjara dan denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan.

Menko Polhukam Tegaskan Transformasi Digital Bagi Polri Bukan Opsi, Tapi Keharusan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Hadi Tjahjanto menekankan, bahwa transformasi digital saat ini bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan. Terutama dalam meningkatkan partisipasi dan pengawasan masyarakat terhadap kinerja Polri.
Presiden dan Wakil Presiden 2024 - 2029
Sudaryono Jateng Satu
Munas 10 Forum Zakat

HOLOPIS FEEDS