YLKI Soroti Harga BBM yang Berubah-Ubah Tiap Bulan

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) fenomena ekonomi terkait perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi yang terjadi setiap bulan.

Adapun perubahan harga itu tak hanya dilakukan oleh PT Pertamina, tetapi juga oleh perusahaan penyedia BBM lainnya, seperti Shell, Vivo, dan BP AKR, sebagaimana yang terjadi pada hari ini, Senin (1/1).

Sekretaris Eksekutif YLKI, Sri Wahyuni menuturkan, bahwa perubahan harga BBM tersebut, khususnya untuk jenis BBM non subsidi sah-sah saja untuk dilakukan tiap bulannya.

Namun dia berharap, agar perubahan harga tersebut bisa dibarengi dengan penyampaian informasi atau sosialisai kepada masyarakat selaku konsumen.

“Sebagai hak atas informasi bagi konsumen, naik turunnya harga BBM nonsubsidi harus disampaikan pada konsumen,” ujar Sri dalam keterangannya yang sikutip Holopis.com, Senin (1/1).

Meskipun masyarakat saat ini telah terbiasa dengan perubahan harga BBM, namun sosialisasi terkait naik turunnya harga BBM harus tetap disosialisasikan.

- Advertisement -

Adapun salah satu sosialisasi yang disarankan oleh YLKI adalah dengan membuat spanduk yang berisikan informasi perihal perubahan harga BBM, khsusnya BBM non subsidi.

“Seharusnya di SPBU dipasang informasi tersebut melalui spanduk supaya masyarakat paham,” kata Sri.

Pun ihwal perubahan harga BBM nonsubsidi yang terjadi setiap bulan ini, menurut Sri, tidak menyalahi aturan yang ada, sebagaimana berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang penyesuaian harga BBM nonsubsidi dapat dilakukan menyesuaikan harga acuan.

“Sudah ada regulasi yang mengatur penyesuaian harga yaitu Kepmen ESDM No. 245.K/ MG.01/MEM.M/2022 bahwa BBM setiap bulannya akan mengalami penyesuaian sesuai harga pasar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sri juga berpesan agar kenaikan harga BBM yang yang berubah-ubah itu tidak dipolitisasi oleh pihak-pihak tersentu, mengingat waktu pemungutan suara Pemilu maupun Pilpres 2024 kurang dari 45 hari lagi.

“Seharusnya tidak ada politisasi, karena sudah ada BBM subsidi seperti pertalite dan solar, karena merupakan BBM subsidi, kebijakan harganya ditentukan oleh pemerintah dan volume penggunaannya jauh lebih banyak,” tukasnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Khoirudin Ainun Najib
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

YANG BARU