Penyelenggara Konser Musik Harus Paham Manajemen Massa

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Konser musik mulai banyak digelar di Indonesia, dan antusiasme masyarakat cukup tinggi. Bahkan, beberapa konser musik dihentikan akibat penonton yang membludak melebihi kapasitias tempat acara. Akibatnya, bisa memicu rusuh di lokasi.

Menurut Manager program S1 Event dari Universitas Prasetya Mulya, Hanesman Alkhair menjelaskan beberapa hal yang jadi penyebab rusuh di lokasi konser.

Salah satunya adalah pandemi COVID-19 yang menyebabkan event-event akbar yang mengundang banyak penonton tidak bisa dilaksanakan selama dua tahun terakhir.

Ketika kelonggaran mulai diberlakukan, masyarakat pun dianggap punya karakteristik baru terhadap event-event serupa.

“Situasi pandemi telah membentuk kebiasaan manusia baru, yang kemudian membentuk karakteristik massa yang baru pula,” ujar Hanesman dalam keterangan resmi yang diterima Holopis.com, Kamis (10/11).

Karakteristik baru dalam masyarakat tersebut dinilai muncul karena euforia usai terkungkung akibat pandemi. Hal ini pun seharusnya jadi perhatian pihak penyelenggara event agar bisa melakukan manajemen massa yang lebih baik terutama yang melibatkan khalayak dalam jumlah besar.

- Advertisement -

“Di sisi lain, mereka juga harus lebih bersikap hati-hati dan teliti dalam menerapkan manajemen massa, terutama untuk penyelenggaraan acara yang melibatkan khalayak dalam jumlah besar,” tambahnya.

Sebelumnya dilaporkan ada 27 orang pingsan di festival Berdendang Bergoyang. Pihak penyelenggara pun menuai kritikan hingga kini sudah ada dua oknum yang ditetapkan sebagai tersangka rusuh dalam festival tersebut.

Di sisi lain, konser NCT 127: 2nd Tour Neo City: Jakarta – The Link berlangsung di ICE BSD pada Jumat (4/11) terpaksa dihentikan sebelum waktunya lantaran 30 orang fans pingsan. Selain itu di salah satu kelas festival sempat ada insiden pagar pembatas rubuh.

Terakhir ada event jumpa penggemar dari produk kosmetik yang menghadirkan Sehun EXO di mal Pacific Place akhir pekan lalu. Kondisi tidak terkontrol membuat massa menumpuk di sana hingga pengunjung mengaku sesak dan sumpek kekurangan oksigen.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronalds Petrus Gerson
Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU