Di-Bully Di Medsos, Polri Tanggapi Normatif

0 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COM Untuk kesekian kalinya Polri mendapatkan ejekan di jagat media sosial akibat ulah para oknum mereka yang tidak sesuai dengan slogan mereka yakni melindungi dan mengayomi.

Berbagai tagar atas kritik tersebut, sebut saja #PercumaLaporPolisi dan #1Hari1Oknum merupakan tagar yang dikeluarkan ketika ada saja ulah oknum Polisi yang membuat geger.

Menanggapi ejekan tersebut, Polri pun hanya menyikapinya dengan jawaban normatif mereka.Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyampaikan seluruh kritik yang disampaikan dalam tagar tersebut hanya menjadi masukan agar Polri bisa mengevaluasi kinerjanya menjadi lebih baik lagi.

“Semua saran masukan dan kritik dari seluruh masyarakat itu bagian dari evaluasi yang terus akan kita lakukan,” kata Dedi di Jakarta, Senin (6/12).

Dedi mengklaim bahwa Kapolri tidak akan mentolerir anggotanya yang terbukti bersalah dan sesumbar bahwa institusi mereka berkomitmen menindak tegas anggotanya yang melakukan tindak pidana.

“Yang jelas pemimpin dari Polri sesuai dengan arahan Bapak Kapolri saat Apel Kasatwil untuk pimpinan Polri di wilayah tidak boleh ragu-ragu melakukan tindakan tegas kepada anggota yang terbukti bersalah,” katanya.

- Advertisement -

Dedi menuturkan pimpinan Polri juga akan memberikan penghargaaan bagi anggota yang berprestasi. Karena itu, pihaknya menghimbau anggotanya berkinerja dengan baik.

“Anggota-anggota yang memang berprestasi harus diberikan reward. Artinya keseimbangan antara punishment dan reward harus dilakukan mulai dari jajaran tingkat Polres, Polda hingga Mabes Polri. Itu komitmen kami,” jelasnya.

Oleh karena itu, Dedi menyampaikan terima kasih atas masukan yang disampaikan oleh masyarakat melalui tagar #PercumaLaporPolisi dan #1Hari1Oknum.

“Sekali lagi saran masukan kritik dari seluruh masyarakat ini sebagai bahan masukan dan evaluasi. Kami ucapkan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang menginginkan Polri menjadi organisasi yang baik yang dicintai masyarakat dan dapat melaksanakan tugas secara profesional sesuai dengan arah kebijakan Bapak Kapolri,” tukasnya.

Kasus yang melibatkan oknum anggota polisi pun sudah kesekian kalinya terjadi. Terakhir yang paling anyar ketika Bripda RB yang diduga terlibat di balik tewasnya mahasiswi berinisal NW di Mojokerto, Jawa Timur. Kemudian ada juga Seorang polisi lalu lintas, Bripda AB, diperiksa Divisi Propam Polri karena memakai mobil dinas untuk berpacaran dengan kekasihnya.

Ada juga seorang oknum polisi yang berdinas di Polsek Jetis, Polres Mojokerto Kota, ditangkap karena diduga terlibat kasus penyalahgunaan narkoba. Kemudian seorang oknum polisi, IS, bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial AG merampok seorang mahasiswa di Lampung dan juga berbagai deretan aib lainnya yang dilakukan oleh oknum kepolisian.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU