JAKARTA, HOLOPIS.COM – Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menilai, bahwa visi misi “TNI Adalah Kita” Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai calon Panglima TNI sudah sangat tepat.
“Jadi TNI adalah kita, sudah tepat,” kata Fahmi dalam program RuangTamu Holopis Channel dengan tema “Relevansi Kursi Politik Panglima TNI” yang digelar secara virtual, Kamis (11/10).
Fahmi juga menyebut, bahwa ada tagline yang sering digaungkan yakni “TNI Bersama Kita” adalah sebuah realitas bahwa TNI adalah bagian dari rakyat. Dan inilah yang dianggapnya disadari betul oleh Jenderal Andika Perkasa dalam mengutarakan visi misinya itu di depan Komisi I DPR RI.
“TNI Bersama Rakyat, ini dua entitas yang berbeda. Kita tahu bahwa upaya bela negara itu tanggung jawab hak dan kewajiban dari seluruh rakyat Indonesia. Hanya dalam implementasinya dari sisitem pertahanan semesta itu TNI sebagai komponen utama dan rakyat sebagai komponen cadangan dan pendukung. Jadi TNI tidak sendirian dalam mengelola pertahanan,” paparnya.
Sehingga kata Fahmi, judul di dalam visi misi yang dibawa Jenderal Andika tersebut menunjukkan bahwa TNI ingin menanamkan jati diri sebagai elemen yang menjadi bagian dari rakyat.
“Ini menunjukkan bahwa TNI menyadari jati dirinya dan ingin menanamkan nilai-nilai yang disampaikan pada para pendahulu TNI, bahwa kembali ke para prajurit dan ke organisasi TNI sendiri,” ujarnya.
Perlu diketahui, bahwa Jenderal TNI Andika Perkasa mengaku tidak mau menuliskan visi panjang semasa menjadi Panglima TNI. Eks Danpaspampres itu menuliskan visi yang dinamai TNI Adalah Kita.
Hal ini disampaikan oleh Jenderal Andika saat fit and proper test sebagai calon Panglima TNI di Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (6/11).
“Saya memilih TNI adalah kita,” kata Andika.
Jenderal Andika menginginkan TNI dekat dengan masyarakat Indonesia dan internasional sehingga mengambil tema tersebut.
“Saya ingin masyarakat kita sesuai public policy and administration masyarakat melihat TNI sebagai organisasi yang apa adanya,” bebernya.
Menantu mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono tersebut mengatakan, bahwa TNI tidak terlepas dari kekurangan. Dirinya berjanji akan memperbaiki semua kelemahan yang ada di tubuh militer Indonesia.


