Boris Johnson Dikecam Atas Rencananya Membebaskan Penggunaan Masker di Inggris

0 Shares
Masyarakat Inggris menggunakan masker di tempat umum (Daniel Leal-Olivas/AFP/Getty Images)

Ia mendesak para menteri untuk tetap memberlakukan kewajiban mengenakan masker hingga penyebaran virus benar-benar terkendali dan seluruh populasi sudah divaksinasi.

Pemerintah Inggris berencana untuk melanjutkan tahap akhir dalam mengakhiri tindakan lockdown pada 19 Juli, dan keputusan konkret mengenai apakah rencana tersebut akan dilanjutkan akan diputuskan pada Senin depan.

Jika tetap akan dilanjutkan, orang-orang di Inggris akan diberikan kebebasan mengukur sendiri seberapa bahaya tingkat infeksi yang akan mereka hadapi. Mereka juga akan dinasihati untuk mengenakan masker agar mengurangi resiko penularan di kerumunan.

Walikota Wilayah Kota Liverpool, Steve Rotherham menyoroti perhitungan suara YouGov yang menunjukkan 71% orang menginginkan masker wajah untuk terus menjadi wajib di transportasi umum.

Ia pun mengunggak sebuah status di Twitter, “Satu-satunya pendapat yang tampaknya dipedulikan Boris Johnson adalah mereka yang duduk di bangku belakangnya.” Tulis Rotherham.

Walikota London Sadiq Khan mengatakan, diskusi lebih lanjut akan dilaksanakan diantara petinggi trasnpostasi dan pemerintah, dimana ia mengatakan di akun Twitternya, “Maskerku akan melindungimu, maskermu akan melindungiku”. (SEL)

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU