Viral Belum Tentu Benar, Polri Ingatkan Warganet Bijak Bermedsos

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Polri mengingatkan masyarakat agar semakin cermat menerima dan menyebarkan informasi di ruang digital. Banyaknya unggahan atau akun yang membagikan konten serupa tidak bisa dijadikan patokan bahwa informasi tersebut benar dan telah terkonfirmasi.

Masyarakat diminta tidak hanya memperhatikan isi konten, tetapi juga memeriksa sumber, waktu, lokasi, dan konteks informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya Polri meningkatkan kesadaran dan literasi digital masyarakat di tengah derasnya arus informasi di media sosial. Salah satu persoalan yang perlu diwaspadai adalah munculnya kembali konten lama yang kemudian digunakan dengan narasi atau konteks berbeda.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga ruang digital tetap sehat. Salah satunya dengan tidak terburu-buru membagikan informasi yang belum melalui proses verifikasi.

“Di tengah derasnya arus informasi saat ini, kita perlu membiasakan diri untuk tidak langsung percaya atau menyebarkan sebuah konten. Lihat sumbernya, cek waktunya, cek konteksnya, dan lakukan cross-check dengan informasi dari sumber yang dapat dipercaya,” ujar Isir dalam keterangannya, dikutip Holopis.com, Kamis (27/8/2026).

Isir menuturkan, masyarakat perlu mewaspadai pola penyebaran konten lama yang kembali beredar dengan narasi berbeda. Kondisi tersebut dapat membuat sebuah video atau foto seolah-olah menggambarkan peristiwa yang baru terjadi.

Dalam sejumlah penelusuran, terdapat video yang sebelumnya telah beredar pada 2025 dan kembali muncul dalam unggahan pada 2026 dengan konteks yang berbeda.

Menurut Isir, kemunculan kembali konten lama tidak otomatis berarti seluruh informasi yang menyertainya salah. Namun, perubahan konteks dan keterangan dalam sebuah konten tetap perlu diperiksa agar masyarakat tidak mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Konten lama bisa saja kembali muncul dalam situasi yang berbeda. Karena itu, yang perlu kita pastikan bukan hanya apakah videonya nyata, tetapi juga apakah waktu, lokasi dan narasi yang menyertainya sesuai dengan kondisi sebenarnya,” jelasnya.

Polri juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak pada fenomena social proof di media sosial. Sebuah informasi yang diunggah dan dibagikan ribuan kali belum tentu lebih benar dibandingkan informasi yang hanya dibagikan oleh sedikit akun.

Replikasi konten justru dapat membuat sebuah informasi terlihat semakin luas dan meyakinkan, meskipun sumber awal serta kebenarannya belum jelas.

“Jangan menjadikan jumlah repost sebagai ukuran kebenaran. Semakin banyak informasi yang kita terima, justru semakin penting bagi kita untuk melakukan cek dan cross-check,” kata Isir.

Karena itu, masyarakat diminta memberikan waktu bagi proses verifikasi sebelum mengambil kesimpulan ataupun meneruskan informasi kepada orang lain.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Khoirudin Ainun Najib
Tim Penulis & Editor
Khoirudin Ainun Najib

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU