HOLOPIS.COM, JAKARTA – Setiap tanggal 24 Maret, bangsa Indonesia memperingati Bandung Lautan Api. Momen ini menjadi pengingat akan aksi heroik rakyat Bandung yang rela membakar kotanya sendiri demi mempertahankan kemerdekaan.
Peristiwa ini bukan sekadar tragedi, tetapi simbol keberanian, pengorbanan, dan semangat juang rakyat dalam menghadapi ancaman penjajahan yang kembali datang setelah Indonesia merdeka.
Berawal dari Ancaman Sekutu
Pasca kemerdekaan 1945, situasi di Bandung memanas setelah kedatangan pasukan Sekutu yang diboncengi Belanda (NICA). Mereka berupaya menguasai kembali wilayah strategis, termasuk Kota Bandung.
Pimpinan militer Inggris saat itu mengeluarkan ultimatum agar warga mengosongkan wilayah Bandung Utara. Namun, rakyat tidak tinggal diam. Perlawanan pun terjadi di berbagai titik.
Ketegangan terus meningkat hingga akhirnya pemerintah dan militer Indonesia mengambil langkah ekstrem. A. H. Nasution, yang saat itu memimpin Divisi Siliwangi, memerintahkan pengosongan Bandung Selatan.
Pada malam 23 Maret 1946, sekitar 200 ribu warga meninggalkan kota. Sebelum pergi, mereka membakar rumah dan bangunan penting agar tidak bisa dimanfaatkan oleh musuh.
Keesokan harinya, Bandung berubah menjadi lautan api. Kobaran api terlihat dari kejauhan, menjadi simbol perlawanan yang mengguncang dunia.
Aksi Heroik di Dayeuhkolot
Selain pembakaran kota, aksi heroik juga terjadi di Dayeuhkolot. Dua pejuang muda, Mohammad Toha dan Mohammad Ramdan, menjalankan misi berbahaya menghancurkan gudang amunisi musuh.
Mereka menyusup ke lokasi dan terjadi pertempuran sengit. Ledakan besar akhirnya menghancurkan gudang tersebut, meski keduanya gugur.
Pengorbanan ini menjadi salah satu kisah paling mengharukan dalam sejarah perjuangan Indonesia.
Peristiwa Bandung Lautan Api memberikan dampak besar. Secara militer, strategi ini berhasil menggagalkan rencana musuh menjadikan Bandung sebagai basis kekuatan.
Lebih dari itu, peristiwa ini menjadi simbol bahwa rakyat Indonesia lebih memilih kehilangan tempat tinggal daripada kembali dijajah.
Semangat ini juga diabadikan dalam lagu legendaris karya Ismail Marzuki, “Halo-Halo Bandung”.
Warisan Sejarah yang Terus Hidup
Kini, semangat Bandung Lautan Api terus dikenang melalui berbagai monumen, seperti Monumen Bandung Lautan Api di kawasan Tegalega.
Peringatan setiap tahun menjadi pengingat penting bagi generasi muda bahwa kemerdekaan diraih dengan pengorbanan besar.
Peristiwa ini mengajarkan arti persatuan, keberanian, dan pengorbanan. Bandung Lautan Api bukan hanya sejarah, tetapi juga inspirasi agar bangsa Indonesia terus menjaga kemerdekaan dengan semangat yang sama.


