5 Lomba 17 Agustus yang Diam-Diam Bikin Tubuh Banyak Bergerak

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Lomba 17 Agustus biasanya identik dengan keseruan, teriakan penonton, dan hadiah sederhana yang diperebutkan warga. Di balik suasana tersebut, beberapa permainan tradisional ternyata membuat tubuh cukup aktif bergerak.

Mulai dari tarik tambang hingga balap karung, peserta harus menggunakan tenaga, menjaga keseimbangan, dan menggerakkan berbagai bagian tubuh. Kementerian Kesehatan juga menyebut sejumlah lomba khas 17 Agustus memiliki manfaat bagi kesehatan, meski tetap perlu dilakukan sesuai kemampuan tubuh.

Berikut lima lomba yang bukan cuma seru, tetapi juga membuat tubuh ikut aktif.

1. Tarik Tambang

Jangan mengira tarik tambang hanya mengandalkan kekuatan tangan. Saat berusaha menarik lawan, peserta juga perlu menggunakan otot bahu, lengan, kaki, serta menjaga posisi tubuh agar tetap seimbang.

Aktivitas ini dapat menjadi bentuk gerakan fisik yang melibatkan beberapa kelompok otot sekaligus. Namun, peserta tetap perlu memperhitungkan kemampuan masing-masing dan tidak memaksakan tenaga secara berlebihan karena gerakan yang terlalu kuat dapat meningkatkan risiko cedera otot.

2. Balap Karung

Harus melompat sambil kedua kaki berada di dalam karung membuat balap karung jauh lebih menguras tenaga daripada kelihatannya.

Gerakan melompat berulang membuat kaki bekerja lebih aktif. Selain itu, peserta juga harus menjaga keseimbangan dan koordinasi tubuh agar tidak terjatuh ketika bergerak menuju garis finis.

Kementerian Kesehatan menyebut balap karung dapat membantu membakar kalori sekaligus melatih sejumlah otot, termasuk bagian lengan, bahu, dada, dan betis.

3. Bakiak

Lomba bakiak membutuhkan kerja sama satu tim sekaligus konsentrasi. Beberapa orang harus menggerakkan kaki secara bersamaan agar papan yang digunakan dapat melaju tanpa membuat seluruh anggota kelompok terjatuh.

Permainan ini membuat peserta terus bergerak sambil menyesuaikan langkah dengan anggota tim lainnya. Selain aktivitas fisik, permainan bakiak juga melatih koordinasi dan konsentrasi karena setiap gerakan harus dilakukan secara serempak.

4. Panjat Pinang

Panjat pinang jelas membutuhkan tenaga fisik yang tidak sedikit. Peserta harus memanjat batang yang tinggi dengan kondisi permukaan yang biasanya dibuat licin, sehingga diperlukan kekuatan tubuh sekaligus koordinasi.

Gerakan memanjat membuat berbagai bagian tubuh ikut bekerja. Namun, berbeda dari lomba lainnya, panjat pinang memiliki risiko jatuh yang lebih besar. Karena itu, aspek keamanan harus menjadi perhatian utama dan peserta tidak seharusnya memaksakan diri jika kondisi fisiknya tidak memungkinkan.

5. Jalan Sehat

Berbeda dari lomba yang mengandalkan kecepatan atau kekuatan, jalan sehat merupakan aktivitas yang lebih ringan dan dapat diikuti oleh lebih banyak kelompok usia.

Berjalan kaki termasuk aktivitas fisik yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas fisik secara rutin membantu menjaga kebugaran, mengendalikan berat badan, serta mendukung kesehatan jantung dan berbagai fungsi tubuh.

Meski lomba-lomba tersebut dapat membuat tubuh aktif bergerak, peserta tetap perlu menyesuaikan aktivitas dengan kemampuan masing-masing. Kementerian Kesehatan menganjurkan aktivitas fisik dilakukan secara baik, benar, terukur, dan teratur, termasuk dengan melakukan pemanasan serta pendinginan ketika diperlukan.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

BACA LAINNYA