SIAGA 98 Sentil Budi Arie soal Wacana Pemilu 2029: Jangan Jadi Alat Kejar Kursi Kekuasaan

2 Shares

Namun, ia menegaskan bahwa keputusan mengenai siapa yang akan menjadi menteri maupun menempati posisi strategis dalam pemerintahan merupakan kewenangan Presiden Prabowo Subianto.

“Tentu, siapa yang akan menjadi menteri atau menempati posisi tertentu dalam pemerintahan merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto,” ucapnya.

Singgung Joko Widodo

Hasanuddin juga menyoroti fakta bahwa pernyataan tersebut disampaikan Budi Arie di hadapan mantan Presiden Joko Widodo.

Menurutnya, situasi tersebut dapat dibaca sebagai upaya membangun komunikasi politik dengan Jokowi mengenai posisi Budi Arie dalam dinamika politik nasional.

“Bagi SIAGA 98, hal itu dapat dibaca sebagai upaya untuk meyakinkan Jokowi mengenai maksud dan posisi politik Budi Arie, dengan membawa isu ‘Pemilu dipercepat’ sebagai omon-omon politik mengenai kemungkinan perubahan politik nasional,” kata Hasanuddin.

Meski demikian, SIAGA 98 menilai Pemilu 2029 sudah merupakan agenda konstitusional yang memiliki jadwal serta mekanisme penyelenggaraan.

Karena itu, menurut Hasanuddin, wacana percepatan pemilu tidak seharusnya dilemparkan tanpa dasar konstitusional yang jelas karena dapat memicu spekulasi dan kegaduhan politik.

“Indonesia membutuhkan stabilitas demokrasi, kepastian hukum, dan konsistensi terhadap konstitusi. Pergantian kekuasaan harus berlangsung melalui mekanisme demokratis yang telah ditentukan, bukan melalui spekulasi dan manuver politik elite,” tegasnya.

Minta Budi Arie Terbuka jika Ingin Kembali Berkuasa

Hasanuddin meminta Budi Arie tidak menggunakan isu Pemilu 2029 sebagai alat untuk mendapatkan kembali posisi di pemerintahan.

Menurutnya, apabila memang memiliki keinginan untuk kembali bergabung dalam pemerintahan, hal tersebut sebaiknya disampaikan secara terbuka sebagai aspirasi politik.

“Karena itu, SIAGA 98 meminta Budi Arie untuk tidak menggunakan wacana Pemilu 2029 sebagai instrumen politik untuk mendapatkan kembali posisi dalam pemerintahan,” ujarnya.

“Jika ingin kembali masuk kabinet, sampaikan saja secara terbuka sebagai aspirasi politik. Jangan membungkus kepentingan mendapatkan kursi kekuasaan dengan omon-omon bahwa Pemilu 2029 akan dipercepat,” lanjut Hasanuddin.

Ia menegaskan, Pemilu bukan milik kelompok atau elite politik tertentu, melainkan agenda konstitusional yang menyangkut seluruh rakyat Indonesia.

“Pemilu 2029 bukan milik kelompok politik tertentu, Pemilu adalah agenda konstitusional seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Hasanuddin.

2 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU