HOLOPIS.COM, JAKARTA – Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda Rasyid mendapatkan data dari perspektif publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, salah satunya adalah bagaimana penilaian mereka terhadap program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini tengah berjalan.
Data pertama adalah mengukur popularitas dari program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut. Di mana mayoritas mereka sudah mengetahui tentang pelaksanaan program pemberitan makan bergizi kepada anak-anak dan ibu hamil serta menyusi tersebut.
“Tingkat pengetahuan publik terhadap program MBG cukup tinggi, hampir 90% yaitu 89,7%,” kata Hanta Yuda dalam rilis survei yang bertajuk evaluasi 1 tahun kinerja pemerintahan Prabowo – Gibran, Minggu (19/10/2025).
Setelah mendapati tingkat popularitas, Poltracking Indonesia pun mengukur bagaimana tingkat akseptabilitas terhadap program tersebut. Hasilnya, 69,8 persen menyatakan setuju program tersebut dijalankan oleh pemerintah. Sementara yang tidak setuju adalah 25,2 persen.
“Tingkat kesetujuannya juga cukup tinggi, dengan segala berbagai macam isu dinamika di program ini, tetapi ini adalah program yang paling tidak paling populer program prioritas pemerintajan Prabowo Gibran,” ujarnya.
Selain itu, Poltracking juga menelusuri pandangan rakyat terhadap program MBG tersebut. Kali ini yang dipotret adalah apakah dari para responden, ada anggota keluarga yang mendapatkan manfaat dari MBG tersebut. Data Poltracking menunjukkan bahwa 42,3 persen menyatakan menerima. Dan bagi yang menyatakan menerima, ternyata yang mengaku puas sangat dominan yakni 74,2 persen.
“Kita juga dalami kepuasan program makan bergizi gratis ini kepada keluarga penerima. Jadi kalau kepada keluarga yang menerima tingkat kepuasannya tinggi 74,2%,” terang Hanta Yuda.
Lantas bagaimana kepada responden yang mengaku keluarganya tidak menerima MBG. Ternyata ada data tersendiri. Di mana yang mengaku tidak menerima MBG ada 53,2 persen. Dari data tersebut didalami soal persepsi tingkat kepuasa, ternyata mereka tidak puas dengan MBG yakni 48,2 persen.

“Jadi yang tidak pernah menerima program ini lebih banyak menilai tidak puas. Sementara yang pernah menerima program MBG mengapresiasi alias menyatakan puas 74,2 persen,” tandasnya.
Bagi yang menerima MBG, Poltracking juga merekam jejak pendapat mereka apakah program prioritas makan bergizi gratis dari Presiden Prabowo Subianto dapat mengatasi persoalan stuning di Indonesia, hasilnya ayoritas mereka menjawab bisa.
“Kita dalami apakah bisa mengatasi stunting, ini juga tinggi 63,3 persen ketimbang yang tidak percaya,” pungkas Hanta Yuda.




