Optimisme pelaku industri tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan di tengah PMI yang kembali berada di zona kontraksi.
Dengan PMI Manufaktur Indonesia yang turun ke 49,8 pada Agustus, perkembangan permintaan domestik, harga barang, produksi, serta kondisi tenaga kerja akan menjadi faktor penting untuk menentukan arah sektor manufaktur dalam beberapa bulan mendatang.
Jika permintaan kembali menguat dan tekanan biaya terus mereda, sektor manufaktur berpeluang kembali memasuki zona ekspansi. Namun, apabila pelemahan permintaan berlanjut, tekanan terhadap produksi dan tenaga kerja masih berpotensi membayangi kinerja industri hingga akhir tahun.



