HOLOPIS.COM, JAKARTA — Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) bersama Danantara mengawal ketat langkah restrukturisasi PT Pupuk Indonesia (Persero) yang memangkas puluhan anak usahanya.
BUMN produsen pupuk tersebut kini tengah menjalani “diet ekstrem” dengan target menciutkan struktur secara drastis dari total 57 entitas pada tahun 2025 menjadi hanya 15 entitas pada tahun 2027 mendatang.
Langkah taktis ini dibahas secara intensif dalam pertemuan antara Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, dengan jajaran Direksi PT Pupuk Indonesia (Persero) di Jakarta, Rabu (03/06/2026).
Pertemuan tersebut khusus mengevaluasi percepatan penataan portofolio, penyederhanaan struktur, serta penguatan fokus pada bisnis inti perusahaan agar lebih adaptif terhadap dinamika industri global.
Dony Oskaria menegaskan bahwa perampingan ini bukan sekadar aksi pengurangan jumlah anak usaha belaka.
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari strategi besar untuk membentuk ekosistem bisnis yang jauh lebih lincah dan efisien.
“Penyederhanaan entitas akan memperkuat fokus bisnis dan meningkatkan efektivitas pengelolaan perusahaan secara keseluruhan,” ujar Dony seusai pertemuan tersebut.
Dalam peta jalan restrukturisasi ini, penyusutan puluhan entitas tersebut akan dilakukan secara bertahap mulai tahun depan.
Manajemen menetapkan target antara dengan memangkas struktur hingga menyisakan 17 entitas pada akhir tahun 2026.
Jumlah tersebut barulah dikerucutkan kembali menjadi hanya 15 entitas utama pada tahun berikutnya, yang akan ditopang oleh tiga sub-holding baru yaitu Agrichemical, Industrial Chemical, dan Clean Ammonia.
Seluruh operasional ketiga sub-holding tersebut nantinya akan diperkuat oleh Feedstock Co. yang bertugas mengelola pasokan bahan baku strategis secara terpusat untuk menjamin integrasi rantai pasok.
Melalui model bisnis yang jauh lebih ramping ini, Pupuk Indonesia diharapkan dapat meminimalkan tumpang tindih fungsi, mengoptimalkan aset, serta mempercepat transisi menuju bisnis masa depan demi mendukung ketahanan pangan nasional.




