HOLOPIS.COM, PERTH – Rottnest Island, sebuah pulau cagar alam bebas kendaraan bermotor yang terletak di lepas pantai Fremantle, Australia Barat, terus memperkuat daya tariknya di kancah pariwisata internasional.
Destinasi unggulan ini kian populer berkat keberadaan dua mercusuar bersejarahnya, yakni Mercusuar Wadjemup dan Mercusuar Bathurst. Kedua struktur tersebut kini tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu navigasi, melainkan telah bertransformasi menjadi magnet wisata sejarah dan bahari.
Mercusuar Wadjemup, yang berdiri kokoh di titik geografis tertinggi pulau, menjadi daya pikat utama bagi wisatawan yang mengagumi arsitektur kolonial. Keberadaannya mendominasi pemandangan pulau dan menarik perhatian sejak pertama kali pengunjung mendekati daratan.
Menara batu kapur setinggi 38 meter ini selesai dibangun pada tahun 1896 guna menggantikan menara pertama yang jauh lebih kecil. Dengan spesifikasi tersebut, bangunan bersejarah ini tercatat sebagai mercusuar tertinggi keempat di seantero Australia.
Pengelola cagar alam setempat kini membuka program tur berpemandu secara reguler bagi para pelancong yang ingin menjelajahi bagian dalam menara. Melalui tur ini, pengunjung ditantang untuk meniti 155 anak tangga batu yang melingkar di dalam tubuh mercusuar.
Sesampainya di balkon luar di puncak menara, rasa lelah pengunjung akan langsung terbayar oleh pemandangan panorama 360 derajat yang spektakuler. Dari ketinggian tersebut, terbentang luas hamparan biru Samudra Hindia yang berpadu dengan siluet gedung-gedung pencakar langit Kota Perth di ufuk timur.
Sementara itu, bagi wisatawan yang mencari suasana berbeda, Mercusuar Bathurst yang terletak di sudut timur laut pulau menawarkan keunikan tersendiri. Letaknya yang berada di Bathurst Point menyuguhkan lanskap pesisir pantai yang dramatis.
Pembangunan mercusuar setinggi 20 meter ini selesai pada tahun 1900 dengan latar belakang sejarah yang emosional. Kehadirannya dipicu oleh tragedi maritim memilukan, yakni tenggelamnya kapal City of York di lepas pantai pulau tersebut pada tahun 1899 yang menelan korban jiwa.
Menara yang terbuat dari bata putih ini berdiri anggun menghadap langsung ke Pinky Beach, salah satu pantai paling ikonik di pulau tersebut. Kontras antara putihnya menara dengan birunya air laut di sekitarnya menciptakan komposisi visual yang sangat menawan.
Meskipun bagian dalam menara Bathurst tidak dibuka untuk umum demi alasan keselamatan operasional, area sekitar fondasinya tidak pernah sepi. Tempat ini diakui secara luas oleh para pelancong sebagai titik terbaik untuk menikmati pemandangan matahari terbenam dengan latar belakang siluet menara yang megah.
Untuk mencapai kedua lokasi bersejarah ini, para wisatawan memiliki beberapa pilihan moda transportasi ramah lingkungan. Wisatawan dapat menyewa sepeda untuk menyusuri jalur khusus yang mengitari pulau, atau menaiki bus wisata hop-on-hop-off yang dikelola secara profesional.
Kebijakan pelarangan kendaraan bermotor pribadi di Rottnest Island terbukti memberikan nilai tambah yang signifikan bagi pengalaman berwisata. Perjalanan menuju kedua mercusuar pun berlangsung dalam suasana yang tenang, asri, serta bebas dari kebisingan dan polusi udara.




