Lukman Hakim Saifuddin Ingatkan NU Jaga Jarak dengan Pemerintah dan Parpol

0 Shares

JAKARTA – Mantan Menteri Agama KH Lukman Hakim Saifuddin mengingatkan Nahdlatul Ulama (NU) agar tetap menjaga independensi dalam menjalankan perkhidmatan, termasuk dalam hubungan dengan pemerintah maupun partai politik.

Pesan tersebut disampaikan Lukman menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Menurutnya, perjuangan NU dalam merawat ajaran Islam Ahlus Sunnah Wal Jama’ah (ASWAJA) harus selalu berorientasi pada kemaslahatan bersama dan pembangunan peradaban.

“Perjuangan NU dalam menjaga dan merawat ajaran Islam Ahlus Sunnah Wal Jama’ah (ASWAJA) haruslah tetap bertumpu dan sekaligus berorientasi pada kemaslahatan bersama dalam membangun peradaban,” kata Lukman dalam tulisannya yang diterima Holopis.com, Rabu (19/8/2026).

Lukman menyebut terdapat lima bidang utama yang perlu menjadi pijakan perjuangan NU, yakni merawat kemanusiaan, menegakkan keadilan, meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan serta ekonomi dan sosial masyarakat, memelihara budaya dan lingkungan hidup, serta menjaga kehidupan kebangsaan yang demokratis.

Ia kemudian menyampaikan lima panduan yang dinilai penting bagi jajaran pengurus NU ke depan.

Pertama, Lukman mengingatkan agar jam’iyyah dan jamaah NU tidak kehilangan pijakan terhadap nilai-nilai keaswajaan dan ke-NU-an. Karena itu, setiap langkah organisasi harus tetap berpegang pada sejumlah rujukan dasar NU.

“Setiap ikhtiar menjalankan peran dan tugasnya dalam konteks kekinian, pengurus NU harus selalu meneguhkan diri dengan berpegang teguh pada Rujukan Dasar: Muqaddimah Al-Qanun Al-Asasi NU, Statoeten NU 1926, Khittah NU 1926, dan Penetapan Kembali ke Khittah NU 1984,” tulis Lukman.

Kedua, ia menilai tantangan NU pada abad kedua perkhidmatannya semakin kompleks, baik di tingkat nasional maupun global.

NU, kata Lukman, dituntut mampu mengawal masa depan Islam Indonesia dan dunia di tengah perubahan karakter masyarakat yang semakin urban, terdidik, muda, terdigitalisasi, dan memiliki wawasan global.

Perubahan tersebut juga dipengaruhi perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Kondisi itu mengharuskan NU terus beradaptasi dalam pola dakwah, penguatan kemandirian ekonomi, ketahanan budaya, hingga pelestarian lingkungan hidup.

NU Harus Tetap Berjarak dengan Pemerintah

Hal ketiga yang menjadi perhatian Lukman adalah hubungan NU dengan negara dan pemerintahan. Ia menekankan pentingnya menjaga jarak yang proporsional agar NU tidak kehilangan fungsi kritisnya sebagai bagian dari masyarakat sipil.

“Relasi NU dan Negara/Pemerintahan haruslah tetap berjarak. NU tak boleh terlalu dekat sehingga melekat dengan pemerintah, tetapi juga tak boleh terlalu jauh sehingga terpisah sama sekali dari negara,” tegasnya.

Menurut Lukman, hubungan NU dan pemerintah idealnya berjalan dalam pola saling membutuhkan sekaligus saling mengimbangi dan mengontrol.

“Hubungan keduanya merupakan simbiosis mutualisma (saling membutuhkan), tetapi sekaligus juga checks and balances (saling mengimbangi dan saling kontrol),” lanjutnya.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU