JAKARTA – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan uji coba digitalisasi bantuan sosial (bansos). Dalam proyek ini, setidaknya 42 Kabupaten akan terlibat sebagai pilot project.
“Rabu kami akan rapat lagi dengan kabupaten-kabupaten, tadi ada 42 kabupaten sebagai piloting,” kata Luhut di kantor DEN Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026).
Digitalisasi Bansos ini akan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI). Seluruh anatomi dari sistem ini akan terintegrasi sehingga memudahkan pengawasan serta menekan potensi praktik tindak pidana korupsi karena terdigitalisasi.
“Jadi sekarang itu kami sudah paham anatomi masalah di digitalisasi berbasis AI dalam pemerintahan Republik Indonesia, dan saya pikir ini nanti ada satu success story atau legacy dari Presiden Prabowo kalau ini semua jadi,” ujarnya.
Masih dalam tahap pemutakhiran data, Luhut juga mengatakan bahwa Kementerian Sosial akan melakukan uji coba juga secara langsung, sebab program bantuan sosial salah satu leading sector-nya adalah mereka.
“Kita akan uji coba mulai bertahap, nanti Menteri Sosial akan melakukan, kita akan lihat data kita siap mungkin akhir Juli nanti kita siap. Jadi secara bertahap kita akan pemutakhiran data,” terangnya.
Rencananya, Presiden Prabowo Subianto akan melakukan peninjauan langsung terhadap piloting di awal bulan Juli 2026 mendatang. Namun tanggal pasti dan lokasinya, Luhut mengatakan hal itu masih perlu dibahas kembali dengan Sekretariat Kepresidenan.
“Schedule-nya tadi kami sepakat nanti kami usul pada presiden untuk (tanggal) 6, 7, 8, 9 Juli, beliau melihat nanti apakah di Surabaya, Banyuwangi dengan Bali, mana yang beliau pilih,” tuturnya.
Untuk saat ini, DEN bersama tim developer digitalisasi bansos berbasis AI akan melakukan monitoring pemutakhiran data terhadap 42 Kabupaten peserta piloting project. Ia berharap akhir bulan Juli sudah bisa terisi semua, setidaknya hingga 80 persen.
“Dan kita juga sepakat 42 kabupaten ini piloting ini kalau bisa akhir Juli mereka sudah menyelesaikan pendaftaran, jadi kita tahu nanti berapa juta, itu 35 juta (data), dan nanti pada Oktober November presiden me-launching secara nasional, 541 kabupaten,” ucap Luhut.
“Kami harap semua sudah bisa di tempat mungkin 80 atau 90% sambil jalan, sehingga akhir tahun kita semua sudah jadi,” sambungnya.
Dengan keberadaan digitalisasi bansos ini, Luhut berharap Presiden Prabowo Subianto akan lebih mudah mendapatkan data akurat. Terlebih seluruh sistem ini memiliki TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) yang sangat tinggi.
“Dengan begitu, Presiden Prabowo akan dapat data yang akurat dari sistem ini, dan ini dikerjakan oleh semua orang Indonesia dan anak-anak muda Indonesia bekerja melalukan digitalisasi di gedung ini di lantai 17 ini dan bersama-sama yang lain,” tutur Luhut Binsar Pandjaitan.




