Harga MinyaKita Ogah Turun, Ternyata Ini Penyebabnya

0 Shares

JAKARTA – Kementerin Perdagangan (Kemendag) mengakui harga minyak goreng kemasan sederhana merek pemerintah, MinyaKita yang rata-rata di angka Rp17.200 per liter masih belum mengalami penurunan.

Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Pengamanan Pasar Kemendag, Tommy Andana mengungkapkan, mahalnya harga MinyaKita salah satunya disebabkan oleh naiknya harga crude palm oil (CPO).

Diketahui, bahwa CPO merupakan bahan baku produksi minyak goreng. Sehingga harga CPO berpengaruh pada naik turunnya harga minyak goreng.

“Harga minyak goreng trennya naik, karena minyak ini tergantung harga CPO pada standar internasional yang berimbas kepada harga minyak juga naik,” katanya dalam keterangannya, seperti dikutip Holopis.com, Senin (17/2).

Adapun saat ini, kata dia, kenaikan harga tidak hanya terjadi pada MinyaKita, tetapi juga pada semua jenis minyak goreng.

Dia lantas mengungkapkan, bahwa berdasarkan pantauan harga sistem milik kami sesuai dengan yang disampaikan BPS, harga minyak goreng premium secara rata-rata nasional Rp 22.147 per liter, minyak curah Rp 17.672 per liter dan Minyakita Rp 17.234 per liter.

- Advertisement -

“Harga premium dan curah tidak ada regulasi secara eksplisit. Minyakita yang jadi persoalan karena HET (harga eceran tertinggi) sudah ditentukan,” terangnya.

Adapun untuk HET yang telah ditetapkan pemerintah untuk harga MinyaKita yakni sebesar Rp 15.700 per liter.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Tim Penulis & Editor
Khoirudin Ainun Najib

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU