Sementara itu, Ketua PC IPNU Jepara Naufal Misbahul Aflah yang mewakili generasi Z mengenal Gus Dur sebagai tokoh pluralisme dan toleransi.
“Bagi gen Z, Gus Dur adalah tokoh toleransi yang memperbolehkan tradisi imlek dan budaya tionghoa melalui Inpres Nomor 6 Tahun 2000 yang mencabut Inpres Nomor 14 Tahun 1967. Gus Dur yang mengizinkan perayaan Imlek dilakukan secara terbuka sehingga memperoleh gelar Bapak Tionghoa Indonesia” kata Aflah.
Tasyakuran diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Gus Nung dan diserahkan kepada tokoh yang hadir.
Sekadar diketahui Sobat Holopis, bahwa Gus Dur menjadi salah satu tokoh nasional yang mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Anugerah tersebut ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Keputusan Presiden atau Keppres Nomor 116/TK/2025 tentang Penganugerahan Pahlawan Nasional.
Gelar itu disematkan kepada Gus Dur pada hari Senin, 10 November 2025 di Istana Negara Jakarta Pusat. Tidak hanya Gus Dur, 9 (sembilan) orang lain juga ikut mendapatkan gelar pahlawan nasional, antara lain ; Jenderal Besar TNI Soeharto, Marsinah, Mochtar Kusumaatmadja, Hj. Rahmah El Yunusiyyah, Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, Sultan Muhammad Salahuddin, Syaikhona Muhammad Kholil, Tuan Rondahaim Saragih, dan Zainal Abidin Syah.



