Berdasarkan pengalaman tersebut, Tatag membangun model titip ternak berbasis teknologi yang menghubungkan peternak lokal dengan mitra dari berbagai daerah, termasuk pekerjamigran Indonesia. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan antar pihak.
Model usaha tersebut berkontribusi dalam memperkuat ekonomi desa, menciptakan lapangan kerja, serta membangun ekosistem agribisnis yang lebih berkelanjutan dan terintegrasi.
Pada bidang Pendidikan, Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards Bidang Pendidikan
Tahun 2025 Imelda Riris Damayanti yang berasal dari Provinsi DKI Jakarta, peduli terhadap pentingnya penguatan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan dan dunia kerja. Ia menilai sejumlah kasus yang terjadi menunjukkan perlunya mekanisme penanganan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Melalui Never Okay Project, Imelda mengembangkan pendekatan pencegahan yang bersifat sistemik dengan melibatkan berbagai institusi lintas sektor seperti institusi pendidikan,
organisasi tempat kerja, dan komunitas profesional. Pendekatan pencegahan tersebut
diwujudkan melalui penyusunan kebijakan internal di lingkungan institusi pendidikan dan
organisasi, pengembangan sistem pelaporan yang aman dan terstruktur di lingkungan kerja dan pendidikan, serta pendampingan bagi penyintas agar memperoleh dukungan yang layak.
Di bidang Lingkungan, Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards Bidang Lingkungan
Tahun 2025 Hanzalah Rangkuti yang berasal dari Provinsi Sumatra Utara melihat persoalan
sampah plastik di kawasan wisata Bukit Lawang sebagai tantangan serius bagi kelestarian
lingkungan dan keberlanjutan ekonomi masyarakat setempat. Kebiasaan membuang sampah ke sungai serta minimnya pengelolaan terpadu berdampak pada kualitas lingkungan dan daya tarik wisata.
Untuk menjawab persoalan tersebut, Hanzalah membangun Sumatera Trash Bank sebagai
solusi pengelolaan sampah berbasis komunitas dengan pendekatan ekonomi sirkular. Melalui sistem tabungan sampah, masyarakat diajak mengelola sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi.
Inisiatif ini mendorong perubahan perilaku, menjaga kebersihan kawasan wisata, serta membuka peluang penghasilan tambahan bagi masyarakat.




