“Stok kami sekarang di gudang 4,8 juta ton. Dari 4,8 juta ton tersebut akan disalurkan nanti beras SPHP tambahan sejumlah 1 juta ton sampai di bulan Maret 2027,” ujar Rizal.
Selain mengecek stok, pemantauan di Pasar Induk Cipinang juga melihat perkembangan harga beras di tingkat distributor.
Dari informasi distributor yang ditemui di lokasi, harga beras medium dalam dua pekan terakhir turun sekitar Rp500 per kilogram.
Harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp14.000 per kg kini menjadi sekitar Rp13.500 per kg.
Penurunan juga terjadi pada beras premium.
Harganya turun dari sekitar Rp15.000 menjadi Rp14.500 per kg.
Namun, angka tersebut merupakan harga di tingkat distributor dan belum mencerminkan harga yang berlaku di tingkat pengecer.
Rizal melihat penurunan harga tersebut sebagai perkembangan positif.
Pemerintah berharap harga beras dapat terus bergerak menuju Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga masyarakat memperoleh beras dengan harga yang lebih terjangkau.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan bantuan pangan beras sebanyak 1 juta ton yang akan disalurkan pada Oktober, November, dan Desember 2026.
Usai melihat kondisi pasar secara langsung, Titiek Soeharto mengatakan pemantauan dilakukan untuk memastikan stok beras benar-benar tersedia dan distribusinya berjalan.
“Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa stok berasnya cukup, ada, aman, dan harganya juga stabil, serta terjangkau oleh masyarakat,” kata Titiek.
Ia mengatakan beras yang tersedia di sejumlah kios berasal dari berbagai sentra produksi, termasuk Jawa Barat dan Jawa Tengah.



