Bulog Ingatkan Penerima, Beras Bantuan Pemerintah Jangan Dijual

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani meminta masyarakat penerima bantuan pangan beras memastikan bantuan yang diterima benar-benar dikonsumsi oleh keluarga dan tidak diperjualbelikan.

Imbauan tersebut disampaikan di tengah penyaluran bantuan pangan beras pemerintah yang kembali dilakukan untuk masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga desil 4.

“Bantuan pangan ini adalah bantuan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk masyarakat yang masuk dalam desil 1 sampai desil 4, yaitu masyarakat yang kesulitan untuk membeli beras maupun kebutuhan-kebutuhan pokok lainnya,” kata Ahmad Rizal Ramdhani, dikutip Holopis.com, Minggu (13/9/2026).

Menurut Ahmad Rizal Ramdhani, pemerintah memberikan bantuan beras sebanyak 10 kilogram setiap bulan kepada penerima manfaat.

Pada penyaluran kali ini, bantuan untuk tiga bulan sekaligus, yakni Juli, Agustus, dan September 2026. Dengan demikian, setiap penerima memperoleh total 30 kilogram beras.

Bulog juga memastikan bantuan pangan tersebut masih akan berlanjut. Dalam rapat koordinasi terbatas (Rakortas) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menyetujui tambahan bantuan pangan untuk periode Oktober, November, dan Desember 2026.

- Advertisement -

“Jadi tiga bulan ke depan lagi masih ada bantuan pangan,” katanya.

Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, bantuan pangan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah kepada masyarakat, terutama kelompok masyarakat dengan kemampuan ekonomi paling rendah.

Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, program tersebut diharapkan dapat turut menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi.

“Harapannya juga untuk menstabilkan situasi, kondisi, dan untuk menjaga kenaikan inflasi,” ujarnya.

Ada Beras SPHP untuk Pengemudi Ojek Daring

Selain bantuan pangan, Bulog juga menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada pengemudi ojek daring.

Program ini menyasar masyarakat yang secara ekonomi masih mampu membeli beras, tetapi menghadapi keterbatasan daya beli.

Beras SPHP merupakan beras bersubsidi yang memperoleh dukungan pemerintah. Beras yang umumnya dijual dengan harga sekitar Rp13.000 hingga Rp14.000 per kilogram tersebut dapat diperoleh masyarakat dengan harga Rp12.500 per kilogram.

Skema tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga keterjangkauan harga beras bagi masyarakat sekaligus membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Jagung SPHP untuk Peternak Mikro

Dukungan pemerintah juga diberikan kepada peternak mikro melalui penyaluran jagung SPHP di berbagai wilayah Indonesia.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Tim Penulis & Editor
Khoirudin Ainun Najib

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU