Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menekankan pentingnya menempatkan kepentingan nasional dalam hubungan Indonesia dan Singapura, terutama terkait investasi, penguatan industri nasional, dan stabilitas kawasan Asia Tenggara.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Menteri Luar Negeri Singapura di Hambalang. Sukamta mengingatkan bahwa hubungan kedua negara mencakup berbagai kepentingan strategis, terlebih Singapura akan memegang keketuaan ASEAN pada 2027.
“Namun, saya kira hubungan Indonesia dan Singapura tidak hanya menyangkut karhutla. Ada kepentingan ekonomi, investasi, keamanan kawasan, serta agenda ASEAN yang juga penting bagi kedua negara. Apalagi Singapura akan memegang keketuaan ASEAN pada 2027,” kata Sukamta dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Dalam bidang ekonomi, Sukamta menilai kerja sama investasi perlu memberikan manfaat yang lebih luas bagi Indonesia. Menurutnya, investasi perlu diarahkan untuk memperkuat industri nasional, mendorong transfer teknologi, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta meningkatkan kemampuan sumber daya manusia.
“Kedua, dalam bidang ekonomi, hubungan investasi dengan Singapura perlu semakin diarahkan untuk memperkuat industri nasional, transfer teknologi, penciptaan lapangan kerja berkualitas, dan peningkatan kemampuan sumber daya manusia Indonesia. Kita tentu menyambut investasi tetapi manfaatnya harus semakin besar bagi perekonomian dan masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Selain itu, ia menilai Indonesia perlu memperkuat posisi ASEAN agar memiliki kemandirian dalam menghadapi persaingan kekuatan besar. Penguatan kemampuan produksi, teknologi, dan daya saing kawasan dinilai menjadi bagian penting dari kepentingan jangka panjang Indonesia.
“Indonesia berkepentingan agar ASEAN tidak hanya menjadi pasar bagi kekuatan ekonomi dunia tetapi berkembang menjadi kawasan yang memiliki kemampuan produksi, teknologi, dan daya saing sendiri,” tuturnya.
Sukamta menegaskan bahwa hubungan bilateral perlu terus dibangun dengan prinsip kesetaraan dan saling menghormati. Ia juga mengingatkan bahwa kepentingan nasional harus tetap menjadi dasar dalam menjalin kerja sama dengan negara lain.
“Prinsipnya, hubungan Indonesia dan Singapura harus terus diperkuat atas dasar saling menghormati, kesetaraan, dan keuntungan bersama,” pungkasnya.


💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!