PEKALONGAN, HOLOPIS.COM – Terkuak alasan bikin syok di balik pilihan hari Rabu dan Sabtu oknum kepsek dan guru SD Pekalongan buat beraksi.
Publik kembali dihebohkan oleh skandal perselingkuhan yang bikin elus dada.
Kali ini datang dari lingkungan instansi pendidikan di Desa Langkap, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.
Seorang oknum kepala sekolah (kepsek) dan guru perempuan berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) nekat menjadikan area sekolah sebagai tempat ajang “unboxing” cinta terlarang mereka.
Namun, ada hal yang paling menyita perhatian warga netizen hingga mendadak viral di berbagai platform media sosial yaitu penemuan jadwal rutin pertemuan mereka.
Bukan sembarang hari, kedua oknum ASN yang masing-masing sudah memiliki pasangan sah ini secara konsisten memilih hari Rabu dan Sabtu untuk melancarkan aksi nekatnya selepas jam belajar mengajar usai.
Lantas, apa sebenarnya alasan di balik pemilihan hari Rabu dan Sabtu tersebut?
Mengapa harus dua hari itu yang dijadikan “jadwal main” rutin mereka di ruang guru?
Berdasarkan fakta yang terungkap dari pihak tokoh masyarakat setempat, pemilihan hari Rabu dan Sabtu ternyata bukanlah tanpa perhitungan.
Menurut Saim (46), tokoh masyarakat Desa Langkap, kedua hari tersebut memiliki karakteristik tersendiri dalam ritme kegiatan di Sekolah Dasar tersebut.
Pada hari Rabu, aktivitas pembelajaran biasanya diselesaikan lebih cepat dibanding hari-hari biasa karena jadwal kegiatan ekstrakurikuler atau rapat dinas internal yang sering kali membuat suasana sekolah berangsur sepi lebih awal.
Kondisi ini dimanfaatkan oleh keduanya untuk bertahan di sekolah dengan dalih menyelesaikan sisa pekerjaan administrasi.
Sementara itu, hari Sabtu menjadi momen emas yang dinilai paling aman.




